Tag Archives: Korrie Layun Rampan

Jalan Lengang Korrie

Marhalim Zaini
riaupos.co

“Tualang panjang ini Semakin jauh semakin lengang Langkah pun lelah menapak juang..” MUNGKIN, ia memang lelah. Menulis 357 buku itu, energinya besar sekali. Tak pula satu-dua genre, tapi (mungkin) semua genre ia tulis. Apalagi, rupanya, dunia yang ia tekuni ini, dunia yang memang lengang. Bahkan setelah ia menulis ratusan buku itu, pun setelah ia ternama, setelah semakin jauh ia tapaki tualang panjang itu, malah ia semakin disungkup “lengang”.

Hendak ke Mana Sastra Indonesia?

Korrie Layun Rampan
Harian Analisa, 31 Mei 2015

Apakah sastra Indonesia itu? Siapakah sastra Indonesia itu? Di manakah sastra Indonesia itu? Apakah rumah sastra Indonesia itu? Mau apa sastra Indonesia itu? Hendak ke mana sastra Indonesia itu?

Korrie Layun Rampan, dari Borneo Menjaga Sastra Indonesia

Oyos Saroso H.N.
http://www.teraslampung.com

Setelah sejak 1997 pindah dari Jakarta ke Lampung, saya tidak pernah bertemu lagi dengan Korrie Layun Rampan. Kami kembali bertemu pada perhelatan Kongres Cerpen Indonesia (KCI) kelima di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, akhir Oktober 2007 lalu. Saat itu,Korrie masih menjabat sebagai anggota DPRD Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Pengantin Ular

Korrie Layun Rampan
Suara Karya, 4 Des 2005

KINI lou itu membayangkan masa kanakku yang hilang di rumah panjang itu. Atapnya yang melegam dimakan zaman, menandakan usianya yang uzur, bagaikan lelaki yang sudah melewati masa setengah umur. Tiang-tiangnya yang tinggi, kadang terendam air jika musim banjir tiba.

Pertemuan Kelam

Korrie Layun Rampan
Suara Karya, 8 Juni 2013

Jurai-jurai gerimis seperti memanggil dingin, membawanya ke kulit, dan menggigilkan badan. Udara begitu sayu meratapi jam yang merangkak pada kelam. Kemayaan menghampar pada air, bumi, angin, dan waktu. Semuanya seakan tak mau bertarung suara!
“Mengapa kau ke sini?” suara si wanita sambil wajahnya ditundukkan. Suasana di bilik itu, senyap.