DOKTOR BIOLOGI YANG JADI SASTRAWAN

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Profesi sastrawan di Indonesia, barangkali termasuk profesi yang unik. Taufik Ismail dan Asrul Sani, misalnya, adalah dokter hewan yang kiprahnya justru menonjol lantaran profesi kesastrawanannya. Putu Wijaya adalah sarjana hukum yang selain tak pernah menempelkan gelar di belakang namanya, juga popularitas dan aktivitasnya lebih banyak berurusan dengan kesusastraan. Demikian juga, sastrawan Pujangga Baru, Amir Hamzah dan Sutan Takdir Alisjahbana adalah guru yang kemudian lebih banyak menekuni bidang sastra. Continue reading “DOKTOR BIOLOGI YANG JADI SASTRAWAN”

MENULIS SEBAGAI IBADAH

Maman S. Mahayana*
http://mahayana-mahadewa.com/

Karya sastra ?dalam hal tertentu?bolehlah dianggap sebagai refleksi evaluatif pengarang atas problem sosial yang terjadi di sekitarnya. Boleh juga karya itu dipandang sebagai representasi kegelisahan sosio-kultural pengarang dalam memaknai simpang-siur peristiwa yang terjadi dalam kehidupan umat manusia. Dalam hal ini, pengarang biasanya hanya akan mengungkapkan realitas kehidupan berdasarkan pengalaman yang paling dekat dengan dirinya. Atau, menyampaikan sesuatu yang benar-benar diketahui dan dialaminya. Continue reading “MENULIS SEBAGAI IBADAH”

SASTRAWAN ITU LAKSAMANA DAN ROHANIAWAN

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Di antara para sastrawan, barangkali Bahrum Rangkuti, termasuk sastrawan dan sekaligus juga birokrat yang pernah memegang pekerjaan dan jabatan yang seolah-olah tidak saling berhubungan; sastrawan, seorang militer, rohaniawan, penerjemah, dan bela-kangan sekjen Departemen Agama. Sesungguhnya semua jabatan dan pekerjaan itu ber-asal dari satu sumber dan kemudian bertemu dalam satu muara, yaitu agama. Kecintaan dan pengalamannya terhadap agama, yang langsung atau tidak langsung, membawa Bahrum Rangkuti menduduki pekerjaan dan jabatan itu. Continue reading “SASTRAWAN ITU LAKSAMANA DAN ROHANIAWAN”

MUHAMMAD YAMIN : PERINTIS PERSATUAN KEINDONESIAAN

Maman S. Mahayana *

Jika Muhammad Yamin, lewat Surat Keputusan Presiden RI, 6 November 1973, dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional, penghargaan itu sungguh merupakan penghormatan yang pantas. Yamin merupakan salah seorang tokoh pergerakan, pemikir, dan budayawan yang melihat kehidupan bangsa ini, ke masa depan jauh melampaui zamannya. Sebuah teladan dari sosok manusia yang gagasannya mengenai pentingnya persatuan bagi bangsa yang multietnik waktu itu, mutlak perlu segera dipancangkan. Continue reading “MUHAMMAD YAMIN : PERINTIS PERSATUAN KEINDONESIAAN”

SASTRAWAN INDONESIA PASCA-ANGKATAN 66

Maman S. Mahayana *

BAGIAN I

Masalah angkatan dalam pelajaran kesusastraan Indonesia di sekolah-sekolah sering kali merepotkan para guru. Apakah setelah Angkatan 66, tidak ada lagi angkatan yang lahir kemudian? Jika ada, angkatan apakah namanya? Siapa pula yang termasuk angkatan ini dan apa saja karya yang telah dihasilkannya? Apa pula ciri-ciri yang menonjol yang diperlihatkan Angkatan pasca-66, sehingga ia berbeda dengan Angkatan 66? Continue reading “SASTRAWAN INDONESIA PASCA-ANGKATAN 66”

Bahasa ยป