PERKEMBANGAN TEORI SASTRA MUTAKHIR

Maman S. Mahayana *

D.W. Fokkema dan Elrud Kunne-Ibsch, Teori Sastra Abad Kedua Puluh, terjemahan J. Praptadihardja dan Kepler Silaban (Jakarta: Gramedia, 1988), xxiii + 281 halaman.

Perkembangan kritik sastra akademis di Indonesia dewasa ini, sesungguhnya berutang budi pada kritik sastra aliran Rawamangun. Terlepas dari segala kekurangannya, kritik Rawamangun telah menanamkan satu tradisi ilmiah dalam pengkajian sastra. Continue reading “PERKEMBANGAN TEORI SASTRA MUTAKHIR”

MISTERI PENJURIAN YANG MISTERIUS

(Catatan tambahan atas tulisan Nur Zain Hae, Agus Noor, dan Edy A. Effendi)

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Tugas utama juri adalah menilai, memilih, dan memutuskan. Dalam proses menilai dan memilih, ia memanfaatkan wawasan dan profesionalitasnya. Dan dalam memutuskan, ia mempertaruhkan otoritasnya. Oleh karena itu, keputusan juri berhubungan dengan masalah moral dan etik. Moral berkaitan dengan kejujuran, kebenaran, dan objektivitas, dan etik menyangkut hal-hal yang bersifat normatif. Continue reading “MISTERI PENJURIAN YANG MISTERIUS”

KIAT UNIK MENULIS ALA MAMAN S. MAHAYANA

Sutejo
Ponorogo Pos

Tujuh tahun berkenalan dengan seseorang adalah waktu yang pendek jika jarak membentang, tetapi jadi waktu yang panjang kala hati tertali dalam hubungan guru-murid. Begitulah, barangkali hal menarik yang dapat penulis petik ketika mengenalnya. Ia selalu memberikan motivasi, mendorong etos untuk berbuat, dan tak jarang “memberi” pujian. Begitulah selalu. Tetapi tidak jarang, lelaki itu langsung memberikan kritik ketika ada kekurangan yang menurutnya adalah kelemahan. Continue reading “KIAT UNIK MENULIS ALA MAMAN S. MAHAYANA”

MUKJIZAT KOMUNIKASI DALAM ANTOLOGI “TAHI LALAT”

Maman S. Mahayana *

Salah satu ciri khas puisi adalah hadirnya apa yang disebut mukjizat komunikasi (the miracle of communication), begitu pandangan Cleanth Brooks, salah seorang tokoh penting dalam aliran kritik baru Amerika (the new criticism). Sebuah kekhasan yang ajaib; bagaimana sebuah kata atau serangkaian kata dalam puisi berpotensi menghadirkan sejumlah makna sesuai dengan konteksnya. Continue reading “MUKJIZAT KOMUNIKASI DALAM ANTOLOGI “TAHI LALAT””

MODEL CERPEN PSIKOLOGIS-SIMBOLIK-SOSIO-KULTURAL

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Damhuri Muhammad, Laras, Tubuhku bukan Milikku, Jakarta: Dastan Books, 2005, 219 halaman.
Ketika berbagai saluran komunikasi tersumbat, aspirasi dan amanat rakyat masuk keranjang sampah, gugatan para demonstran dianggap angin lalu, sementara para penguasa tidur nyaman dengan segala kebisutuliannya, sastra dapat digunakan sebagai salah satu alternatif; pilihan paling aman untuk mengungkapkan kegelisahan, unek-unek atau apapun yang mengganjal hati nurani kita. Dengan caranya yang khas, sastra bisa masuk ke ruang-ruang publik, mendekam di pojokan kelas, ruang kuliah, atau terus bergentayangan, memprovokasi siapa pun pembacanya. Continue reading “MODEL CERPEN PSIKOLOGIS-SIMBOLIK-SOSIO-KULTURAL”

Bahasa »