EKSPERIMENTASI DALAM SYUMUL KARYA AZMAH NORDIN

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Sastra berurusan dengan imajinasi. Fakta dalam realitas pun menjadi fiksi dalam sastra. Oleh karena itu, kenyataan faktual dalam sastra menjadi fiksional, lantaran dunia sastra adalah dunia imajinatif. Bagaimana imajinasi membangun dan mengolah kenyataan faktual ke dalam sebuah dunia imajiner yang sesungguhnya lahir dari pengalaman, penafsiran, dan pemahaman pengarangnya atas realitas sosio-kultural. Realitas sosio-kultural inilah yang menjadi sumber segala karya sastra. Mengingat karya sastra begitu khas dan unik, lantaran adanya permainan imajinasi, maka usaha untuk memahaminya mesti berangkat dari karya sastra itu sendiri seba-gai sebuah teks yang mandiri dan otonom. Continue reading “EKSPERIMENTASI DALAM SYUMUL KARYA AZMAH NORDIN”

Ada Apa dengan Horison Sastra Indonesia?

Maman S. Mahayana *

Empat serangkai antologi Horison Sastra Indonesia (HSI: Kitab Puisi, Kitab Cerita Pendek, Kitab Nukilan Novel, Kitab Drama), seperti lazimnya penerbitan buku yang dianggap penting, acap kali diekori berbagai reaksi. Bahkan tidak jarang pula bermuara pada kontroversi. Namun, di luar dugaan, reaksi yang dialamatkan kepada para penyunting HSI terkesan berlebihan; melebar tak lagi memusat pada substansi antologi, tapi pada masalah yang mengesankan pemihakan subyektif. Di sana ada nada haru-biru. Continue reading “Ada Apa dengan Horison Sastra Indonesia?”

BENGKALIS NEGERI ZAPIN*

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Datanglah ke Bengkalis dan bertanyalah tentang zapin. Maka boleh jadi, sesiapa pun warga masyarakat di sana, akan menjawabnya enteng saja, seperti seseorang yang mewartakan identitasnya. Tetapi boleh jadi juga jawabannya panjang lebar, lengkap, sambil sekalian menunjukkan sejumlah gerakan yang khas, yang gemulai, yang rancak atau yang patah-patah, meski sangat berbeda dengan breakdance. Antusiasme! Itulah kesimpulan yang akan kita peroleh ketika pertanyaan tentang zapin jatuh di Bengkalis. Zapin bagi masyarakat Bengkalis, bahkan juga bagi masyarakat pesisir Semenanjung Melayu adalah denyut nadi dinamika kehidupan mereka. Continue reading “BENGKALIS NEGERI ZAPIN*”

ANTARA CINTA, KEKUASAAN, DAN MARWAH

Maman S. Mahayana *

Kekuasaan cenderung korup, begitulah pemeo orang bijak yang memandang kekuasaan sebagai sesuatu yang bisa mendatangkan kebaikan, sekaligus juga keburukan. Di tangan orang yang telengas, kekuasaan dapat menghancurkan kemanusiaan. Sebaliknya, di tangan orang bijak, sangat mungkin ia memancarkan kemaslahatan dan kebaikan bagi masyarakat. Sesungguhnya, kekuasaan seperti sebuah garis tipis yang berada di perbatasan kebaikan dan keburukan. Sekali waktu, ia lantang meneriakkan keadilan dan kebenaran. Dalam waktu yang lain, boleh jadi ia tergelincir, melukai dan menzalimi manusia lain. Jadi, sangat mungkin ia bolak-balik berada dalam kebaikan dan keburukan. Continue reading “ANTARA CINTA, KEKUASAAN, DAN MARWAH”

Potret Buram Libido yang Menyimpang

Maman S. Mahayana
http://kompas-cetak/

Sebuah novel metaforis dengan tokoh yang juga metaforis: Sendalu karya Chavchay Syaifullah. Sendalu “kencang” yang dalam konteks novel itu meski dimaknai sebagai “pengaruh (buruk) yang cepat menyebar; wabah, epidemi macam penyakit kusta, AIDS, atau flu burung”.

Tokoh utama, Lumang, diposisikan sebagai “anak terapit bangkai” karena kakak dan adiknya meninggal prematur. Lumang sendiri bermakna ?lumpur, noda?. Jadilah tokoh Lumang digambarkan hidup lebih nista dari lumpur, pencipta teror, penebar noda bagi manusia, jawara keparat bagi wanita. Continue reading “Potret Buram Libido yang Menyimpang”

Bahasa ยป