Posted by PuJa on July 4, 2010
PULAU Pulau kita tak keliru. Tapi, memang terlalu cantik. Padahal kita tak butuh kecantikan. Apalagi untuk sebuah ketenggelaman yang akan tiba. Ketenggelaman yang seluruh dirinya dibungkus asap dan kabut. Yang cuma matanya saja menyala. Dan dengusnya pernah mengisi setiap relung-lubang. Saat kita yang telanjang mengingati kelalaian yang sering merangsek. Sambil membidik bagian-tepi-pelipis.
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on July 3, 2010
(PULAU YANG BERGANDUL POTONGAN KUPING) Mardi Luhung I Bawean adalah sebuah pulau yang ada di utara Gresik. Dan salah satu dari Kecamatan Gresik. Bawean, dalam pikiranku, bukan saja nun jauh di sana, tetapi juga sebagai khayalan yang terus menghantui diriku. Sebab meski bagian dari kotaku (Gresik), tapi aku tak pernah ke Bawean. Aku hanya mengenal [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on November 29, 2009
Mardi Luhung http://www.jawapos.com/ 1. Buku Harian Terus terang, ada satu hal yang mengganjal dalam hidupku. Hidup yang sudah berumur 50 tahun ini. Yaitu aku tak sempat membahagiakan ibu. Ibu yang sudah meninggal. Dan hal yang mengganjal itu telah aku tulis di buku harianku. Buku harian tebal. Bergambar wanita muda yang berleha-leha di sebuah dermaga. Dengan [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on November 13, 2009
http://www.jawapos.com/ KUNJUNGAN HIU Sudah sebulan ini (hampir tiap malam) hiu selalu berkunjung ke rumahku. Hiu bongsor dengan kulit yang ditakik bekas luka. Atau bekas jamur yang gatal. Dan seperti biasanya (saat berkunjung itu) hiu menyodok-nyodokkan moncongnya ke pintu depan. Dan jika bosan pun memutar ke bagian belakang. Terus menempelkan penampang-rona-matanya ke jendela dapur. Seperti ingin [...]
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on July 27, 2009
Mardi Luhung http://koran.kompas.com/ Perkenalkan. Namaku Tukang Cuci. Pekerjaanku tukang cuci. Hidupku tukang cuci. Dan sebagai tukang cuci, aku mencuci semua yang perlu untuk dicuci. Biar bersih. Biar cling. Tak ada daki. Tak ada kotoran. Dan tak membuat bagi yang memakainya menjadi malu. Lalu membenamkan mukanya ke dalam bak kamar mandi. Mencoba mengusir rasa malunya itu.
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on May 31, 2009
Mardi Luhung http://www.jawapos.com/ http://kendaripos.co.id/ Adam, berapa tahun kita terusir? Apa 100, apa 1000, apa 2000 tahun? Kita lupa bukan? Tak apa. Yang pasti, perut kita telah menggelambir. Rambut merontok. Dan sebagian gigi menghitam. Menghitam seperti hati kita yang begitu lama dipanggang oleh matahari yang merendah. Matahari yang menghanguskan ingatan yang berlompatan. Berlompatan seperti tupai yang [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on April 9, 2009
http://cetak.kompas.com/ Kamar Penganten Sebelum aku meminum minuman itu, cangkirnya bergetar. Dan apa yang diwadahinya juga bergetar. Seperti ingin memisahkan campuran serbuk tuba dari manis gula. Tapi, mukaku yang terkacakan di dalamnya, mengapa selalu seperti muka mayat. Muka mayat yang pucat. Muka mayat yang melengos, saat liang lahat dibukakan bagi dirinya. Liang lahat dengan dinding sedingin [...]
Filed under: Sajak
Posted by PuJa on February 8, 2009
http://kompas-cetak/ Pendalungan Di genting aku tertidur dan bersiap menantimu. Tertidur seperti mayat yang matanya terbuka. Terpulas warna samar sampai gelap pekat. Di udara yang tipis, benang itu terentang. Lurus dan lenyap di ketinggian. Lewat benang itulah kau akan tiba padaku. Mungkin memelukku.
Filed under: Sajak
Posted by PuJa on February 1, 2009
http://cetak.kompas.com/ Habsiyah Kau adalah bidadari yang ditiup dari bahan tersisa. Karenanya tak begitu istimewa. Dan terpaksa diletakkan di gerbang pasar daripada di taman sorga. Di gerbang pasar tugasmu meluruskan langkah para ibu. Langkah yang bingung ketika mesti memutar uang belanja yang kerap minus. Yang hanya cukup untuk menipu kenyang. Dan sedikit membeli racun serangga. Serta [...]
Filed under: Sajak