Seribu Matahari Dibungkam Hujan

M.D. Atmaja

Hari Sabtu, sebuah matahari memancar ramah di pagi hening, menerangi angin bertiup. Bola yang memancar di langit, menatap tanpa tirai pada lembaran-lembaran kain, biru dan hijau yang menjalar di jalan-jalan kota. Sinar berpendar di angkasa rasa seolah ingin menutup mata. Tak ingin memandang kota yang dipenuhi biru-hijau menjalar dalam kesombongan. Ia tidak ingin melihat sedangkan Rajanya menciptakan diri untuk melihat dunia saat siang agar manusia bisa saling memandang dalam gerak dan kerja. Continue reading “Seribu Matahari Dibungkam Hujan”

Ranjang Pengantin

M.D. Atmaja

Manusia meluncur di atas tanah. Dua manusia. Satu lelaki, yang satunya lagi adalah perempuan. Di atas tanah itu, mereka hanya berdua. Telanjang seperti para pendahulu yang tidak berselubung apa pun. Semuanya nampak. Tidak ada tirai walau itu selayak kaca yang menampakkan seluruhnya. Mereka meluncur dalam pegangan tangan erat. Menuju ke lembah-lembah basah tak bernama. Dalam perjalanan ke sana, mereka melewati hutan yang riuh dengan kepentingan. Melewati persawahan dengan padi yang menguning dan menunduk dalam syukur yang hangat. Mereka juga melewati tepian pantai, yang di sana gemuruh ombak dan butiran pasir membisik di alunan ikhlas yang belum terpahami dua manusia ini. Continue reading “Ranjang Pengantin”

Matahari Pulang, Cakrawala dan Perempuan

M.D. Atmaja

Sekelebat mata, sang Perempuan berlari di atas pasir yang basah. kakinya lincah. Seperti anak kecil yang bermain di taman kembang kesayangannya. Perempuan itu sesekali melemparkan pandangan pada Lelaki yang hanya duduk di atas gunungan pasir. Perempuan itu, menatap manja sambil sesekali menghindari ombak yang mendebur dan sambil meletupkankan tawa riang.

“Ah,” desah sang Lelaki, “anak kecil.” Ucapnya pelan pada diri sendiri sambil menggelengkan kepala saat Perempuan yang ada di depannya bermain ombak. Continue reading “Matahari Pulang, Cakrawala dan Perempuan”

Kejahatan Perdata “Jejak Tanah”

M.D. Atmaja

Cerpen Jejak Tanah karya Danarto adalah Cerpen Pilihan Kompas 2002 yang di dalamnya terdapat suatu tindak kejahatan perdata. Yaitu permasalahan tentang jual beli, tindak perdata yang mana menunjukkan suatu penyimpangan dalam jual beli tanah. Penggusuran para pemilik tanah yang tidak rela apabila para pemilik tanah harus meninggalkan rumah mereka. Jejak Tanah karya Danarto di dalamnya merepresentasikan kasus jual-beli yang tanpa ada kesepakatan antara penjual dan pembeli, yang dapat dikatakan sebagai bagian dari kasus penggusuran (perampasan) tanah. Continue reading “Kejahatan Perdata “Jejak Tanah””

Perjalanan

M.D. Atmaja

Matahari meluncur ke barat, bersama dengan irama jalanan yang sibuk membawa para pekerja melangkah pulang. Ini lah kota yang berirama dalam khas tersendiri. Pagi dan sore, jalanan dipenuhi dengan pekerja yang bertaburan. Sore, pukul empat, seperti terhempaskan semuanya. Orang-orang yang semula berkumpul di dalam lingkaran, akhirnya keluar juga. Hiruk pikuk jalanan direguk habis sang Pendosa yang berdiri terpaku di sebuah perempetan. Jalanan ke selatan penuh. Jalan ke barat juga penuh. Jalan ke utara dan ke timur demikian juga. Continue reading “Perjalanan”

Bahasa ยป