Mimpi Pak Tumpul

M.D. Atmaja

Sehabis subuh berlalu, Pak Tumpul bangun tidur dengan mata yang hampir keluar dari kelopaknya. Nafasnya pun terenggah-engah. Keringat sebesar kedelai menggantung di mukanya. Bintik-bintik seperti jerawat yang juga membasahi keningnya yang botak. Pak Tumpul mengelus kucir belakang yang terasa gatal. Dia masih duduk di tempat tidurnya ketika mendapati istrinya telah selesai mandi. Continue reading “Mimpi Pak Tumpul”

Apakah kita masih terus diam saja?

M.D. Atmaja

Setelah 65 tahun bangsa yang kita sebut dengan bangganya sebagai negara Kesatuan Republik Indonesia ini telah merdeka. Tanggal 17 Agustus selalu kita peringati dalam degup jantung keharuan atas kemenangan perjuangan rakyat di seluruh pelosok tanah dalam mewujudkan Indonesia merdeka. Proklamasi kemerdekaan di hari ke 17 pada bulan Agustus di tahun 1945 merupakan buah dari kerja keras, semangat perjuangan, pengorbanan, darah dan berbagai macam usaha rakyat. Continue reading “Apakah kita masih terus diam saja?”

Pak Lurah

M.D. Atmaja

Salah satu, yang telah mengakukalau dirinya adalah seorang anak emas, tangan kanan Pak Lurah, di KeluruhanLuruh Indon. Dia seorang yang berasal dari sudut Barat Keluruhan Luruh Indon. Entahapa dan bagaimana, seringkali dia disebut dengan Pak Tumpul. Entah kelucuan dankekoyolan dalam berpikir, sampai banyak anggota masyarakat mengatakan kalau PakTumpul ini memang benar-benar selalu tumpul. Namun, setumpul apa pun si PakTumpul, orang-orang di Kelurahan Barat memilihnya menjadi wakil mereka di PerwakilanKetoprak Kelurahan. Continue reading “Pak Lurah”

Objek Wisata Kematian

M.D. Atmaja

Hari ini, Lurah Desa Luruh Indon mengumpulkan para bawahannya. Pak Lurah, katanya sedang memikirkan rencana besar bagi seluruh warganya. Rencana yang akan menjadi monumental atas pernghargaan pahlawan di peringatan tujuh-belasan nanti. Untuk memperingati hari jadi Kelurahan Luruh Indon itu, pihak pemerintah sudah menyediakan dana 180 milyar. Menurut beberapa pengamat pemerintahan, dana itu terlalu besar untuk membuat monumental peringatan kebangsaan-desa. Sebab, menurut pengamat yang sering duduk-duduk di warung kopi itu, dana sebesar itu terlalu besar kalau hanya untuk membuat monumen. Apalagi, menurut mereka, dana yang 180 milyar itu akan digunakan untuk pemugaran makam seorang mantan Lurah di kelurahan Luruh Indon. Continue reading “Objek Wisata Kematian”

Terpenjaranya Sang Guru

M.D. Atmaja

Waktu berlari dengan cepat ketika manusia merangkak di dalam kegelapan di dalam ketakutannya. Mahluk berjalan tegak, melesat dengan dua tangan dan dua kaki terlipat. Bersembunyi dari kerlip bintang. Menyelidik malam ketika mahluk sejenisnya tertidur. Dia ini, seperti bukan manusia. Dia merambat, menapaki huruf demi huruf dan menafsirkannya seperti ketika para leluhur menatap semesta alam yang bergelayut dalam irama. Dia lah lelaki dengan bekal rasa yang tersemat di dada terus menjajaki setiap jejak-jejak kehidupan. Continue reading “Terpenjaranya Sang Guru”

Bahasa ยป