Award NgeSeks

M.D. Atmaja

Pagi ini matahari cerah tidak seperti dua hari berturut sebelumnya. Hangat menerobos tirai, namun udara tetap begitu dingin membuatku terus mendekap lutut mencapai kehangatan. Di langit, menggantung derum mesin pesawat yang seolah hanya memutar-mutar, seperti tawon raksasa. Terus menggantung, merecoki kicau burung yang jelas lebih bermanfaat untuk jiwaku.Percakapan semalam, dengan kawan lama masih juga terasa sisanya. Kental. Continue reading “Award NgeSeks”

Pulang

M.D. Atmaja

Malam belum terlalu dingin saat aku menikmati kopi dan tembakau yang sudah terasa menyesakkan dada. Memang belum terlalu dingin, meskipun kulitku berbintik dan kopi yang baru saja diseduh cepat dingin. Tidak apa, aku nikmati saja mumpung masih ada waktu menikmati sebelum deadline memenggal kesantaianku. Bisa-bisa, kalau tidak dinikamati sekarang, kopi bisa tidak terminum, pun rokok pasti tidak akan terhisap juga. Meskipun dalam waktu terjepit, istriku memang tidak pernah ketinggalan menyiapkan kopi nasgitel. Continue reading “Pulang”

Bunglon Menjadi Serigala

M.D. Atmaja

Hari ini, langit sudah meredup kembali. seperti kemarin-kemarin, udara akan lekas basah dan membuatku kesulitan bernapas. Sesak. Sementara langit telah menghitam kembali, dan sedangkan matahari masih berhutang padaku sebesar seperempat perjalanan. Tapi, yah, mau bagaimana lagi sedangkan diriku ini hanya manusia yang tidak mencipta.“Hujan lagi, Kang!” ucap saudara mudaki. Dhimas Gathuk namanya, berperawakan kecil namun tegak dan tegas. Continue reading “Bunglon Menjadi Serigala”

Tidak Masalahkan kalau Petani?

M.D. Atmaja

Menjalani hidup di zaman modern, dihadapkan pada permasalahan yang begitu pelik. Menemukan tidak hanya satu, namun lebih banyak lagi kompleksitas yang harus dipahami untuk membuat suatu keputusan tertentu. Karena kondisi yang akhirnya menjadi super pelik itu, saya musti berhati-hati dalam mengambil langkah. Menimbang setiap persoalan yang ada untuk menimbang – tidak sekedar mengenai untung dan rugi, lebih jauh lagi menyangkut pengumpulan modal untuk perjalanan hidup selanjutnya. Continue reading “Tidak Masalahkan kalau Petani?”

Dengarkanlah, Bahasa Kerinduanku

M.D. Atmaja

Bagaimana rasanya jikalau kita mencintai seseorang namun tidak memiliki kemampuan dalam berucap rindu atau cinta? Karena keterbatasan jarak yang tidak dapat dipendekkan, atau juga karena tidak tahu kemana harus melarikan kaki agar bisa merengkuh sang kekasih itu. Mungkin di saat rasa itu bergejolak, kita akan merasakan keresahan yang memuncak. Menjadi sakit yang teramat sulit untuk tersembuhkan, bahkan dapat membuat seseorang berani untuk mengakhiri kehidupannya di detik itu juga. Continue reading “Dengarkanlah, Bahasa Kerinduanku”

Bahasa »