Nurel Javissyarqi*
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/
Inilah gagasan peleburan, demi mencapai keuniversalan makna.
Berbincang mengenai ruang, mau tidak mau menyoal ukuran, bentuk, warna dalam tampakan. Lantas ditariknya sebagai saksi. Menjadi saksi bisu jika tak memiliki waktu.
Ketika membahas waktu, pelaku dihadapkan panjang-pendeknya masa, menggebu-terlena, kejumudan atau hal biasa. Dan ruang itu semacam kata, angka, lebar, lonjong pula bulatan. Sedangkan waktu ialah ruh daripada ruangan. Continue reading “MELEBURKAN RUANG WAKTU DUNIA PUITIK*”
