MENGULITI MAKNA SAKRAL

Nurel Javissyarqi*
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

Sakral itu mendiami kerahasiaan diri. Menjelma kesakralan umum saat dikumandangkan dalam gaung atmosfir yang serupa. Ia terbentuk atas reruang kebisingan profan, dari padatnya suara-suara kedirian yang terpencil. Dan hadir di kala mempercayainya sebagai kekhusukan makna. Dirinya bukan di ambang logika murni, sebab timbangannya perasaan nurani. Tetapi melalui kesibukan pun sanggup tercipta. Continue reading “MENGULITI MAKNA SAKRAL”

MERANGGEH MIMPI DAN MITOS MENUJU KENYATAAN

Nurel Javissyarqi*
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

Yang berjiwa muda memahami sejarah generasinya, serta mimpi-mimpi yang tersebar di benak jamannya. Ada suatu makolah yang mengatakan, bahwa mitos awalkali timbul dari dunia mimpi.

Kehidupan terbagi beberapa ruang bersegala dimensinya. Ada kesadaran, setengah kesadaran, ketidaksadaran, di bawah kesadaran juga di atas kesadaran. Kali ini mengungkap ruang bawah, tepatnya dimensi mimpi. Continue reading “MERANGGEH MIMPI DAN MITOS MENUJU KENYATAAN”

Puisi, Antara Simfoni dan Cahaya

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/2010/10/poetry-between-symphony-and-the-light/

Awalnya ini tidak disengajakan memprosesikan kreativitas penulisan puisi. Namun setelah terjadi, kehendak itu baru terlahir (hadir). Di saat-saat saya seolah penyair, padahal baru dua kumpulan puisi yang terbit, “Antologi Puisi Persembahan ‘Sarang Ruh’ (1999),” dan “Balada-Balada Takdir Terlalu Dini (2001).” Maka dapat dikategorikan sebentuk proses kreatif awal. Dan tulisan ini pernah dijadikan pengantar dalam diskusi di kampus UNISDA Lamongan, akhir tahun 2001. Continue reading “Puisi, Antara Simfoni dan Cahaya”

Bahasa »