SECERCA CAHAYA KURNIA, XVII: I – CI

Secerca Cahaya Kurnia
Judul: Secerca Cahaya Kurnia
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Secerca Cahaya Kurnia” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

Nurel Javissyarqi *
http://pustakapujangga.com/?p=201

Pertanyaan-pertanyaan tumpah bagai seribu kehendak terlaksana,
memburu tak terjangkau, terpontang-panting mencari gagasan sayang (XVII: I). Continue reading “SECERCA CAHAYA KURNIA, XVII: I – CI”

SIANG TUBUH, MALAM JIWANYA, XVI: I – CXIII

Siang Tubuh Malam Jiwanya
Judul: Siang Tubuh Malam Jiwanya
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Siang Tubuh Malam Jiwanya” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper
Nurel Javissyarqi *
http://pustakapujangga.com/?p=203

Setelah terhenti, dunia baru terlahir, wewarna bunga-bunga bermekaran
dicahayai langit, merangkum kelopak malam-siang silih berganti (XVI: I). Continue reading “SIANG TUBUH, MALAM JIWANYA, XVI: I – CXIII”

PEMBANGUN DUNIA GANJIL, XV: I – XCIII

Pembangun Dunia Ganjil
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Pembangun Dunia Ganjil” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

Nurel Javissyarqi *
http://pustakapujangga.com/?p=205

Keberanianmu menggaris palet dengan tegas,
jujur saja, waktu lembut semakin dalam
setebal kelam gurat menohok, mencipta angin membiru (XV: I). Continue reading “PEMBANGUN DUNIA GANJIL, XV: I – XCIII”

MENGEMBALIKAN NIAT SUCI, XIV: I – CIX

(kpm) Mengembalikan Niat Suci
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Mengembalikan Niat Suci” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

Nurel Javissyarqi *
http://pustakapujangga.com/?p=207

Jalanan pekabutan menidurkan daun-daun, burung terbang tertutup gelap,
isyarat cerecahnya mengikuti musim, di mana bebijian berkembang-biak (XIV: I). Continue reading “MENGEMBALIKAN NIAT SUCI, XIV: I – CIX”

Bahasa »