Menyemai Sastra dari Ujung Timur Pulau Dewata

Nyoman Tusthi Eddy
Pewawancara: Asti Musman
http://www.balipost.co.id/

BAGI kalangan sastrawan, Kepala SMU Amplapura Nyoman Tusthi Eddy cukup dikenal. Pria kelahiran Pidpid, Karangasem tahun 1945 yang menyemai sastra dari ujung timur Pulau Dewata ini sering menulis puisi dan artikel di sejumlah koran. Selain koran lokal, juga jurnal budaya yang diterbitkan di Malaysia dan Brunei. Dalam pengamatan penulis yang telah menerbitkan 16 buku sastra ini, dunia mengarang, seringkali dipandang sebelah mata oleh para siswa, dan orang awam pun menilainya hanya sebagai pekerjaan seorang seniman yang hobi melamun. Continue reading “Menyemai Sastra dari Ujung Timur Pulau Dewata”

Fungsi Sastra dalam Tradisi Bali

Nyoman Tusthi Eddy
http://www.balipost.com/

KALAU para tetua Bali di masa lalu (khususnya yang beragama Hindu) menyuruh anak-anaknya mempelajari sastra, maka yang dimaksud dengan sastra bukan saja Sastra Indah (Pigeaud via Darusuprapta, 1976), tetapi juga bahan-bahan tertulis lainnya. Sebagian besar bahan-bahan ini bersubstansi agama, moral, dan etika yang dimaksudkan sebagai acuan hidup bagi pembacanya. Jadi, ruang lingkup sastra dalam hal ini meliputi seluruh karya tulis, bukan hanya seni sastra. Continue reading “Fungsi Sastra dalam Tradisi Bali”

Nasabah

Nyoman Tusthi Eddy*
http://www.suarakarya-online.com/

Kupandang baik-baik wanita yang duduk di depanku. Ia adalah mantan siswaku yang gagal sepuluh tahun lalu. Orang lalu lalang keluar masuk pintu. Kursi tunggu penuh dengan nasabah yang menunggu panggilan. Aku duduk di kursi pojok berhadapan dengan wanita itu, sehingga agak luput dari perhatian orang. Continue reading “Nasabah”

Snack Estetis dan Gizi untuk Mengisi Diri

Yang Tergantung Pada Amanat…

Nyoman Tusthi Eddy
http://www.balipost.co.id/

KETIKA saya menjelaskan makna dan fungsi amanat dalam karya sastra, seorang siswa bertanya, ”Kalau karya sastra tidak punya amanat berarti tidak berguna bagi kehidupan. Jadi apa gunanya dibaca?” Ini sebuah pertanyaan kritis, meskipun menunjukkan si penanya belum memahami fungsi sastra; sehingga ia tergantung pada amanat. Continue reading “Snack Estetis dan Gizi untuk Mengisi Diri”