Kupu-kupu

Abdul Aziz Rasjid

Tetanggaku yang cantik,
Dalam deras hujan begini tak mungkin aku dapat menangkap kupu-kupu untukmu (yang pernah kau ceritakan padaku, hinggap sebentar dalam kamarmu). Karena itulah, dengan keinginan sama, yang bisa kulakukan untukmu adalah menangkap kupu-kupu lewat sebuah sajak. Tapi sebelum kulakukan itu, ijinkan aku mengurai secara ringkas tentang kehidupan kupu-kupu. Baca selengkapnya “Kupu-kupu”

Prosa-Prosa Fatah Yasin Noor

Tak Ada Gerhana

Itulah teks yang sarat kandungan sepi yang mencekam. Padahal kami tak punya kecurigaan apa pun pada nasib. Tentu saja masing-masing dari kami sudah punya anak. Mereka senang berlarian di halaman rumah. Apakah kelak mereka akan jadi penyair, misalnya, kami tak tahu. Kami tidak menyerahkannya kepada takdir. Daya dan upaya kami sudah maksimal. Hanya tema-tema kesepian yang sanggup meluluhkan perasaan kami. Baca selengkapnya “Prosa-Prosa Fatah Yasin Noor”

Air Mata Cinta yang Mencari Ruang Maha

Imron Tohari

Airmata itu menari-nari mencari ruang Maha layaknya angin yang bertiup, melayuk, membelai dedaun di ruang-ruang jumantara. Dan langit terang jua adanya murai berkicau di pucuk-pucuk cemara, pun entah di mana kicaunya lesap kala kelam menggulat alam, seperti saat tubuh-tubuh tak lagi berpeluk, bibir-bibir tak lagi berkecup, kesendirian mengantar tangisan kekasih. Masihkah burung merak bisa membanggakan bulu-bulu indahnya? Sedang para pemburu terbuai nyanyian perdu peri-peri hutan. Baca selengkapnya “Air Mata Cinta yang Mencari Ruang Maha”