ORANG YANG BERNAMA NIRDAWAT

—mengenang Budi Darma—

Taufiq Wr. Hidayat *

Budi Darma memperkenalkan orang yang bernama Nirdawat. Orang aneh. Tapi juga orang normal. Orang biasa. Tapi juga orang luar biasa. Orang bijak, yang kadang-kadang dianggap bejat. Bahkan suatu kali menjadi presiden, yakni Presiden Nirdawat yang memimpin Republik Demokratik Nusantara. Dalam “Tangan-tangan Buntung”-nya, Budi Darma mengisahkan Presiden Nirdawat yang mengagumi pemimpin negara tetangga yang tangannya buntung, tapi dihormati. Puluhan tahun yang lalu—sebelum Nirdawat menjadi presiden, ia adalah seorang kritikus sastra. Continue reading “ORANG YANG BERNAMA NIRDAWAT”

Revolusi Orang-Orang Tidak Merdeka

Muhammad Yasir

Tahun 1941, sahlah aku menjadi seorang terdidik dari Zending Vervolgschool; sekolah milik Belanda di Kasongan. Dan, entah kenapa, tidak sekali pun terbesit dalam kepalaku untuk menjadi Belanda, meskipun Meneer Dedrick van Defras; seorang guru bahasa Belanda yang baik dan selalu menyuruhku untuk datang ke rumahnya setiap sore hari, menyuruhku untuk melanjutkan pendidikan ke Hollandsche Indische Kweekschool di Batavia. Aku memilih Kalimantan, karena tubuhku dan hidupku terbentuk dari kemuliaannya. Secara diam-diam, aku telah memantap diri dan keyakinanku untuk menjadi seorang guru. Dan, tanpa sepengetahuan Menner Dedreick Van Defras, aku melanjutkan pendidikan sekolah guru ke Kioin Josejo di Sampit. Continue reading “Revolusi Orang-Orang Tidak Merdeka”

BIBIR YANG SELALU BASAH ITU

—mengenang Budi Darma—

Taufiq Wr. Hidayat *

Tatkala malam yang dalam, perempuan itu melihat wajahnya pada cermin di ruang tamu. Entah kenapa, dulu ia meletakkan cermin antik itu di ruang tamu. Tidak di kamar. Meja kayu. Kursi kayu. Dan asbak yang dipenuhi puntung rokok putih. Bunga plastik. Ia melihat wajahnya pada sehelai cermin antik yang dibeli seorang laki-laki di sebuah pasar bekas. Dulu. Ketika ia baru saja keluar dari sebuah hotel menuju pulang, bersama laki-laki setengah baya masuk pasar, lalu laki-laki setengah baya itu membelikannya cermin. Continue reading “BIBIR YANG SELALU BASAH ITU”