Posted by PuJa on June 25, 2010
Lina Kelana Aku, wanita yang tercacah peran. Sempurna belatinya mencabik dan mengoyak dagingku hingga tertinggal perih di ulu. Sendi sendi tulangku mulai keropos dan menguap. Memamah ngilu di denyut yang hanya bersisa degup tanpa jantung. Aroma anyir semerbak membumbung mengumumkan lambung lambung kosong yang kerontang. Menandai udara, panasnya mulai menyapa bersama hadirnya mentari setinggi kepala. [...]
Filed under: Prosa
Posted by PuJa on
Denny Mizhar Keheningan menghampiriku di perjamuan ruang tunggu. Aku terus berdiri dengan harap, kau datang membawa sepucuk senyum yang hilang dariku. Sebab lelah memandang masa lalu, tak juga mau pergi. Kenangan-kenangan pahit menyelinap dalam hari-hariku. Dalam ruang tunggumu aku ibarat petani yang menanti musim panen tiba. Menunggu sambil memupuk bibit-bibit dan tunas-tunas muda yang ditanam [...]
Filed under: Prosa
Posted by PuJa on May 31, 2010
KRT. Suryanto Sastroatmodjo http://sastra-perlawanan.blogspot.com/ Paduka Ibunda Kanjeng Ratu Sepuh! Ternyata, dorongan terbesar dari setiap anak untuk sanggup berbicara adalah merdekanya lahir dan batin, dan merdekanya nilai-nilai yang dapat digunakan selaras kehendak hati. Kita mustahil dapat melihat sangkar nan gumantung di pepohonan johar, serta tak mengetahui kapan diturunkan; dan isinya diberi kesempatan menjenguk dunia bebas. Kita [...]
Filed under: Prosa
Posted by PuJa on May 2, 2010
http://sastrapemberontak.blogspot.com/ Sarang Laba-laba di Rumah Tua Tepat di hadapan kami, rumah peninggalan kakek berdiri. Bangunan tua berbentuk limas dan cukup besar. Seperti pada umumnya rumah-rumah tak berpenghuni, rumah itu kusam, kotor berdebu, dan tak terawat. Sawang-sawang bergelantungan di banyak bagian pada langit-langit beranda. Perlahan daun pintu kayu jati yang tampak berat dan tebal itu terbuka [...]
Filed under: Prosa
Posted by PuJa on March 30, 2010
Nurel Javissyarqi http://pustakapujangga.com/?p=467 Malam suram, tiada hadir secerca bintang pun wajah molek bulan. Ken Angrok dengan tubuh kesatria menunggangi kuda hitam, menembus alam tanpa bayangan. Menderu terjang tiada keraguan, seringkikan binatang. Menakut-nakuti kawanan srigala yang biasa bertengger di bukit kapur tua. Hanya dedaun buta saksi geraknya. Dan angin dingin senafasan tersengal nafsu Angrok. Lewat sentakan [...]
Filed under: Balada, Prosa, Sejarah
Posted by PuJa on February 24, 2010
Truly Raksawinata Aku gila kekuasaan, egois, suka harta, pendengki dan pemarah yang kejam. Apa itu pemarah yang kejam? Aku juga tak tahu, yang pasti lebih tepatnya, diliputi kemarahan. Dan kejam! Memang aku belum pernah membunuh siapa-pun secara fisik, aku membunuh jiwa, korban pertamanya diriku sendiri, ia sudah pernah mati!
Filed under: Prosa
Posted by PuJa on February 16, 2010
Truly Raksawinata Radio bisa sangat memuak-kan, lagu-lagu murahan dengan lirik dan kata-kata kotor, suara penyiar menjijikkan, dan topik-topik memenuhi keranjang sampah. Selamat datang industri, ucapkan selamat tinggal pada seni. Jika sesuatu sudah terlalu kotor dan menjijikkan, lama-kelamaan sesuatu itu terlihat indah, karena sesuatu di dalam diri telah mati, kesejatian diri.
Filed under: Prosa
Posted by PuJa on June 13, 2009
Susy Ayu http://www.facebook.com/inbox/readmessage.php?t=1144770786712&f=1&e=0#/profile.php?id=1852035871 Pernahkah kau menjumpai pohon jambu klutuk yang bisa menjadi sahabat baik sepanjang perjalanan tiga belas tahun kehidupanmu? Aku bahkan memilikinya, ia tumbuh di halaman rumahku. Dahannya sebagian yang menyeberang pagar adalah tempatku berayun sambil menyanyikan lagu lagu yang ada di ingatanku. Kadang penuh, kadang setengah kadang hanya reff nya saja. Pada setiap [...]
Filed under: Prosa
Posted by PuJa on June 4, 2009
Abdullah Sajad http://www.facebook.com/profile.php?id=1575574180&ref=mf i Satu anjing bersama seorang yang memegang golok. Golok hitam yang berukir seperti lahar, besi baja matang. Golok yang ditempa dengan seribu jilatan api dalam tungku. Bersama doa yang disematkan dalam kelamnya. Bersama panas yang dipendam dalam ukiran kawah gunung krakatau. Dua anjing dengan satu orang yang memegang senapan dorlok. Senjata rakitan [...]
Filed under: Prosa