Menulis Cerpen itu Keren

Muhamad Sulhanudin
http://entertainmen.suaramerdeka.com/

Judul : Cara Keren Nulis Cerpen
Penulis : Budi Maryono
Tebal : 100 halaman, 11.5x10cm
Penerbit : Gigih Pustaka Mandiri
Catakan : I, Desember 2008
Genre : Tips, Sastra

SEMARANG kota yang panas. Betapa menderitanya kalau tak punya tumpangan pribadi. Ke sekolah atau ke kantor naik angkot, bakal tersiksa. Kalau musim penghujan tiba, jangankan di daerah Kaligawe atau Tanah Mas, Simpang Lima yang pusat kota saja, bisa banjir. Continue reading “Menulis Cerpen itu Keren”

Terlalu Banyak Garam yang Tumpah

Novel Sitok Srengenge puitis, nyaris ensiklopedik. Sayang, bahasanya dirusak suasana, susunan alur cerita, dan adegan yang tampak kacau.
Menggarami Burung Terbang
Pengarang: Sitok Srengenge
Penerbit: Metafor Publishing, Juni 2004
Tebal: 539 halaman
Peresensi: Faruk H.T.*
http://majalah.tempointeraktif.com/

Ini novel pertama Sitok Srengenge, sosok yang lebih dikenal sebagai penyair daripada penulis prosa, baik cerpen maupun novel. Continue reading “Terlalu Banyak Garam yang Tumpah”

Membongkar Kontroversi Kopi dan Rokok

M. Lubabun Ni’am Asshibbamal S.*
http://www.jawapos.com/

Setelah rokok difatwakan haram, ketentuan hukum mengonsumsi rokok ternyata malah makin kontroversial dan simpang-siur. Tak hanya di masyarakat awam, di kalangan ulama yang tersebar di pelosok Tanah Air pun kian kentara tak adanya kebulatan sikap ihwal pengharaman rokok. Uniknya, dari balik bilik pesantren sendiri, ternyata rokok (dan kopi) justru akrab dikenal sebagai sajian khas yang, andai tanpa keduanya, suasana terasa hambar. Boleh jadi, kita memang tak lagi asing dengan fenomena kalangan pesantren yang ”kecanduan” pada rokok. Continue reading “Membongkar Kontroversi Kopi dan Rokok”

Kartini dari Negeri Kanguru

Fabiola D. Kurnia*
http://www.jawapos.com/

Kita tidak pernah membayangkan bahwa dari Negeri Kanguru telah lahir seorang Kartini. Itulah Molly Werner Bondan, wanita Australia yang hijrah ke Indonesia mengikuti sang suami, Mohammad Bondan. Dia rela meninggalkan tanah kelahirannya dan memilih menetap di Indonesia. Molly terbang dari Darwin pada 12 November 1947 menuju Surabaya untuk membuktikan seluruh bakti dan nasionalitas keindonesiaannya. Continue reading “Kartini dari Negeri Kanguru”

Bahasa ยป