Muhammad Yasir Continue reading “Isak Zaman”
MENIMBANG CANDIKALA SASTRA
Mashuri *
Bapak dan ibu yang terhormat.
Adik-adik yang membanggakan!
Dalam senja penuh syukur ini, izinkanlah Patik yang hina-dina ini berbicara perihal yang muluk-muluk dan sundul langit. Siapa tahu dengan pembicaraan yang berbau khowasul-khowas dengan langgam suara langitan, kita dapat menapaki jalan pencarian kita pada ranah kebudayaan, wabil khusus kesusastraan, dengan takzim dan hikmat, tidak terjerembab dalam bilik wingit, penuh prasangka, dan kepongahan abad. Pasalnya, Continue reading “MENIMBANG CANDIKALA SASTRA”
PEMBELAJARAN SASTRA (7)
Djoko Saryono
Dari uraian sebelumnya tampaklah jalin-kelindan, malah perpaduan dan persenyawaan antara literasi, tradisi baca-tulis, dan pembelajaran sastra Indonesia. Sebagai salah satu fondasi literasi yang telah terbukti menjadi episentrum perkembangan dan kemajuan kebudayaan dan peradaban, tradisi baca-tulis dan kemampuan berpikir kritis- kreatif perlu ditumbuhkan dan dikembangkan dalam pendidikan/pembelajaran di samping dalam berbagai lapangan kebudayaan dan peradaban lain. Continue reading “PEMBELAJARAN SASTRA (7)”
KEARIFAN ARIEF BUDIMAN
Feby Indirani *
Seperti banyak orang lainnya, perkenalan saya dengan pemikiran Pak Arief Budiman dimulai ketika baca bukunya yang legendaris, “Pembagian Kerja Secara Seksual, Sebuah Pembahasan Sosiologis Peran Wanita di dalam Masyarakat.” Kover buku ini tampaklah simbolik; tangan perempuan yang terborgol sambil memegang setangkai mawar. Continue reading “KEARIFAN ARIEF BUDIMAN”
PEMBELAJARAN SASTRA (6)
Djoko Saryono
Apakah “permainan atau pertunjukan orkestra” pembelajaran sastra Indonesia berparadigma literasi dan tradisi baca-tulis berhasil dengan baik – dalam arti mencapai visi, misi-utama, dan standar isi pembelajaran sastra Indonesia – sudah barang tentu perlu pengukuran ketercapaian visi, misi-utama, dan standar isi pembelajaran sastra Indonesia. Secara konseptual-teoretis, pengukuran ketercapaian visi, misi-utama, dan standar isi pembelajaran sastra Indonesia perlu dilakukan secara komprehensif dan holistis, agar keseluruhan visi, misi-utama, dan standar isi pembelajaran sastra Indonesia terukur. Continue reading “PEMBELAJARAN SASTRA (6)”

