Dapur Sastra Jakarta, Remmy Novaris DM, dan Enam Puluh

Pengantar kumpulan puisi “Sebutir Garam di Secangkir Air”
60 puisi karya penyair Dapur Sastra Jakarta

Riri Satria *

Ide penulisan buku kumpulan puisi ini sebenarnya adalah untuk memperingati ulang tahun ke-60 pendiri Dapur Sastra Jakarta, Bang Remmy Novaris DM, tanggal 5 November 2018. Tanggal ini juga diperingati sebagai ulang tahun Dapur Sastra Jakarta. Continue reading “Dapur Sastra Jakarta, Remmy Novaris DM, dan Enam Puluh”

BEKAL DASAR PENGAPRESIASI SASTRA (16)

Djoko Saryono *

Yang dimaksud dengan bekal dasar pengapresiasi sastra ialah bekal minimal yang harus ada dan dimiliki oleh pengapresiasi sastra agar dapat melakukan kegiatan apresiasi sastra secara minimal dan bersifat dasar. Segala sesuatu yang, inheren, melekat dalam diri pengapresiasi sastra bisa dijadikan bekal dasar. Jadi, bekal dasar ini bukan hasil pembelajaran yang khusus, melainkan bawaan dan penguasaan secara alamiah. Dalam batas tertentu memang dapat berupa hasil pembelajaran yang umum. Continue reading “BEKAL DASAR PENGAPRESIASI SASTRA (16)”

ORANG YANG BERNAMA NIRDAWAT

—mengenang Budi Darma—

Taufiq Wr. Hidayat *

Budi Darma memperkenalkan orang yang bernama Nirdawat. Orang aneh. Tapi juga orang normal. Orang biasa. Tapi juga orang luar biasa. Orang bijak, yang kadang-kadang dianggap bejat. Bahkan suatu kali menjadi presiden, yakni Presiden Nirdawat yang memimpin Republik Demokratik Nusantara. Dalam “Tangan-tangan Buntung”-nya, Budi Darma mengisahkan Presiden Nirdawat yang mengagumi pemimpin negara tetangga yang tangannya buntung, tapi dihormati. Puluhan tahun yang lalu—sebelum Nirdawat menjadi presiden, ia adalah seorang kritikus sastra. Continue reading “ORANG YANG BERNAMA NIRDAWAT”

Bahasa »