CERITA KECIL DI PEDALAMAN HUJAN

Taufiq Wr. Hidayat *

Sahdan pada tepi sebuah hutan. Ada rumah kayu, halaman bunga. Sebuah sumur tua. Hutan pinus. Dan harum daunan. Gadis kecil berjalan kecil dengan kaki kecil di halaman berbunga yang kecil. Sendirian. Rambutnya yang halus dan ikal dielus angin. Kedua matanya mengerjap bagai bintang kejora. Rumah mungil. Sendiri. Sungai bening. Wangi kembang. Begitulah gadis kecil yang bernama Kembang Sepatu Anwar itu, berlibur di tepi hutan, bersama kedua orangtuanya. Continue reading “CERITA KECIL DI PEDALAMAN HUJAN”

Pantun Melayu: Keindahan dan Perlawanan

Seno Gumira Ajidarma *

Kanon keindahan adalah mitos, yang dilahirkan oleh suatu konotasi ideologis, yang dari waktu ke waktu telah terus-menerus disempurnakan, sehingga menjadi tonggak dalam sejarah sastra yang tidak bisa dihapuskan lagi—dengan suatu dampak sosial, bahwa bentuknya kemudian menjadi standar keindahan. Bagi para penulis yang telanjur beriman kepada suatu keyakinan atas standar tertentu, di dalam standar itulah terdapat ”substansi” atawa ”esensi” sastra, yang secara metaforik sering disebut sebagai ”roh”. Continue reading “Pantun Melayu: Keindahan dan Perlawanan”

CITRA PEREMPUAN DALAM FIKSI (4)

: Genealogi Sosial

Djoko Saryono

Citra perempuan-perempuan Indonesia dari golongan menengah-atas juga terpan-car dan tampil di dalam teks novel-novel Indonesia. Perempuan-perempuan dari golongan menengah-atas ini adalah para perempuan yang mengenyam pendidikan relatif tinggi, secara ekonomis tidak berkekurangan, secara sosial-kultural relatif terpandang, dan secara genealogis memiliki garis keturunan dengan orang terpandang. Continue reading “CITRA PEREMPUAN DALAM FIKSI (4)”

CITRA PEREMPUAN DALAM FIKSI (3)

: Genealogi Sosial

Djoko Saryono

Salah satu hal menarik di dalam teks-teks novel Indonesia yang adalah citra asal-usul sosial perempuan Indonesia sebagai unsur citra sosok perempuan Indonesia. Teks-teks novel Indonesia yang pernah saya baca tampak secara kuat dan menonjol merepresentasikan citra asal-usul sosial perempuan Indonesia. Citra asal-usul sosial perempuan Indonesia di sini berkenaan dengan kedudukan dan golongan sosial perempuan Indonesia. Continue reading “CITRA PEREMPUAN DALAM FIKSI (3)”

CITRA PEREMPUAN DALAM FIKSI (2)

Djoko Saryono

Sastra Indonesia khususnya novel Indonesia modern juga telah dan tetap menjadi teks wacana yang difungsikan sebagai wahana dan wujud ekspresi, eksternalisasi, dan integrasi hayatan, renungan, ingatan, pikiran, gagasan, dan pandangan tentang perempuan Indonesia. Sitti Nurbaya dalam novel Sitti Nurbaya karya Marah Rusli, Maria dan Tuti dalam novel Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana, Sukartini dan Rochayah dalam novel Belenggu karya Armijn Pane, Nyai Ontosoroh dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, Continue reading “CITRA PEREMPUAN DALAM FIKSI (2)”

Bahasa »