Era Digital, Sastra pada Era Digital, dan Spesies Sastra Digital (4)

: “TANAH AIR DIGITAL” SASTRA

Djoko Saryono

Revolusi digital telah melahirkan dunia dan kebudayaan digital. Kehadiran kebudayaan digital ini telah memperluas, memperkaya, menggeser, mempengaruhi, dan/atau menggantikan (mensubstitusi) kebudayaan sebelumnya. Di sinilah kita kemudian dapat mengategorikan adanya (a) kebudayaan lisan, (b) kebudayaan naskah, (c) kebudayaan cetak-literasi, dan (d) kebudayaan digital. Continue reading “Era Digital, Sastra pada Era Digital, dan Spesies Sastra Digital (4)”

Era Digital, Sastra pada Era Digital, dan Spesies Sastra Digital (3)

: LANSKAP ERA DIGITAL

Djoko Saryono

Revolusi digital beserta segenap dampaknya membuat kita — kebudayaan kita — memasuki era digital. Lanskap era digital tentulah beda dengan era-era sebelumnya. Istilah era digital menjadi kunci perbincangan kebudayaan dan lanskap era digital menjadi payung nyaris seluruh sektor kebudayaan. Continue reading “Era Digital, Sastra pada Era Digital, dan Spesies Sastra Digital (3)”

Ludah yang Membawa Celaka

Arafat Nur *
Media Indonesia, 16 Okt 2016

SAMPAI sekarang orang belum melupakan bahwa di Lamkachoe pernah ada seorang pemberontak gondrong, masih lajang, dan suka meludah. Caranya meludah kerap membikin sakit hati. Setelah teman-temannya menyingkir jauh ke gunung akibat pukulan pasukan pemerintah, ia berhasil mengelabui tentara dengan mengaku sebagai petani biasa, tapi diam-diam mengambil kesempatan mengendalikan kekuasaan tak nyata sebagai pemimpin pejuang di kampungnya. Continue reading “Ludah yang Membawa Celaka”

Bahasa ยป