RASA BERBAHASA

Aprinus Salam *

Dari berbagai kecenderungan pemakaian bahasa dalam praktik sehari-hari, menjadi tahulah kita konstruksi “selera berbahasa” yang mana yang telah menguasai diri kita. Hal ini perlu diingatkan kembali karena, secara umum, sebetulnya ada tiga lapis bahasa dalam diri kita, yakni bahasa Ibu (lokal), bahasa nasional, dan bahasa non-lokal non-nasional (asing). Implikasi dari pilihan berbahasa itu secara langsung juga memposisikan identitas seperti apa yang kita ambil. Continue reading “RASA BERBAHASA”

Sastra dan Dakwah Islam di Aceh

Munawar A. Djalil *
aceh.tribunnews.com, 30 Nov 2019

Meskipun kata sastra belum dapat didefinisikan secara khusus, namun secara umum sastra merupakan sebuah karya baik berupa tulisan/cetakan maupun hasil kreativitas emosional spontan para sastrawan. Dalam literatur sejarah sastra Aceh terdapat beberapa sebutan yang sering kita dengar seperti haba jamuen, tambeh dan ada juga yang disebut hikayat. Khusus hikayat biasanya para penyair membacanya dengan irama lagu. Continue reading “Sastra dan Dakwah Islam di Aceh”

LELAKI CACAT ITU

Arafat Nur
Harian Aceh, 21 Des 2008

SUARA lelaki itu mengingatkan Nur pada seseorang. Suara yang akrab, yang datangnya dari masa lalu. Nur berusaha meraba-raba, menerka-nerka, siapakah pemilik suara yang sama itu. Tapi terlalu sulit menangkap kenangan lalu. Sebab dia sudah melupakan semua itu setelah Jamali suaminya hilang atau mungkin meninggal tiga tahun lalu…. Continue reading “LELAKI CACAT ITU”

SEKEPING HIKAYAT DARI BANDA ACEH

Thayeb Loh Angen *
Harian Aceh, 3 Jan 2009

Hikayat ini berjudul ‘Tambeh Tujoh Blah” jilid 3, ditulis oleh T.A. Sakti. Tebalnya 236 halaman. Aku dulunya penyuka hikayat. Namun, kini tak pernah membacanya lagi. Bukan karena sudah tak suka, namun karena tak ada hikayat yang ditulis serius–ini menurutku. Bapakku seorang penyuka hikayat, sama sepertiku. Aku suka hikayat karena kalimatnya bersajak, baik sajak tengah, awal maupun akhir. Persajakan dalam hikayat membuat ia merdu saat diucapkan. Continue reading “SEKEPING HIKAYAT DARI BANDA ACEH”

Bahasa »