kritikus adinan bams; petai cina, kaki lima

Hudan Hidayat

bait pertama puisi mangga dua iwan gunawan, mungkin bagi pembaca yang menghendaki suatu bahasa indah dari cara menyusun kata, dan terutama perburuan dan kombinasi atas kata kata baru dalam bentukkannya yang baru, akan tiba pada suatu kesimpulan, bahwa puisi ini biasa saja. tak ada yang istimewa dari sebuah deskripsi yang dilakukan oleh penyair itu. tapi tidak bagi saya. sebab saya meletakkan pengucapan puisi ini ke dalam suatu konteks mistik sebuah kota besar – jakarta, yang selalu penuh cerita pedih atas tiap orang miskin, setidaknya orang yang hidupnya pas pasan seperti dalam puisi iwan gunawan ini. Continue reading “kritikus adinan bams; petai cina, kaki lima”

Jangan Kau Tanya, di Mana Ayah Kita

Rihad Wiranto
http://jurnalnasional.com/

Puluhan, bahkan mungkin lebih dari seratus penonton di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Selasa Malam, 16/6, nampak hanyut, terbawa arus, melintas waktu kembali ke Tahun 1998, saat puluhan aktivis hilang diculik sekelompok “oknum” militer. Sebagian selamat dan kembali ke keluarganya, sebagian lagi hilang ditelan bumi, tak jelas, apakah masih hidup ataukah sudah kembali ke pangkuan Illahi. Continue reading “Jangan Kau Tanya, di Mana Ayah Kita”

“Rahayu” yang (Seharusnya) Tenteram

Silvia Galikano
http://jurnalnasional.com/

Hingga sekarang, urusan cara menyembah Tuhan ternyata masih belum sampai titik.
Selama enam hari, dari 15 hingga 20 Juni 2009, Keraton Kasepuhan di Cirebon Jawa Barat jadi tuan rumah Pekan Seni Budaya dan Film. Keraton buatan abad ke-17 itu jadi pusat perhatian para penggiat kebudayaan Tanah Air, khususnya Cirebon.

Stan beberapa provinsi, meski sangat sederhana, menyuguhkan bentuk seni dan budaya lokalnya. Lukisan kaca khas Cirebon diberi ruang sendiri. Continue reading ““Rahayu” yang (Seharusnya) Tenteram”

Mir Hossein Mousavi, “Bertapa” Selama 20 Tahun

Nuswantoro
http://jurnalnasional.com/

SAAT layanan SMS di Iran terganggu, akses internet diganjal, jejaring sosial maya seperti facebook dibuka-tutup, dan semua itu justru terjadi pada saat laga pemilihan presiden berlangsung, orang pun bertanya. Seberapa kritis posisi Mahmoud Ahmadinejad kini? Di sebaliknya ada sang penantang, yang beraliran moderat konservatif, Mir Hossein Mousavi. Continue reading “Mir Hossein Mousavi, “Bertapa” Selama 20 Tahun”

Isteriku yang terbang

Lily Yulianti Farid
http://jurnalnasional.com/

Kata Ayumi, adalah biasa laki-laki Jepang memukuli kepala isteri dan anaknya. Tapi rasanya sulit mendapatkan bayangan bagaimana adegan itu terjadi pada perempuan itu. Ia memang mungil. Tapi tidakkah segala wawasan dan pengetahuan serta harga diri bisa menuntunnya mengambil keputusan meninggalkan lakil-aki brengsek yang mudah menamparnya? Continue reading “Isteriku yang terbang”

Bahasa ยป