MELATIH IMAJI
aku menjadi burung tekukur
paruhnya luntur bentur bukit kapur
bersimbah debu darah kental beku
sayapnya koyak
cengkramnya moyak
terbangnya gusar Continue reading “Puisi-Puisi Dody Yan Masfa”
MELATIH IMAJI
aku menjadi burung tekukur
paruhnya luntur bentur bukit kapur
bersimbah debu darah kental beku
sayapnya koyak
cengkramnya moyak
terbangnya gusar Continue reading “Puisi-Puisi Dody Yan Masfa”

Sunlie Thomas Alexander * Continue reading “MENULIS DI KORAN”
Sunu Wasono
LENGA TALA: BETIS DAN KUTUKAN (77)
Ketika cerita tentang ‘Lenga Tala’ memasuki adegan penangkapan Gandamana, awak dihubungi Lik Mukidi via telepon. “Halo, di sini Mukidi, di situ siapa?”
“Ah, Lik Mukidi. Biasa saja, Lik. Pakai nanya begitu segala. Ada apa sih, Lik.”
“Jawab aku dulu, situ siapa?” Continue reading “LENGA TALA: BETIS DAN KUTUKAN (77-83)”
Sunu Wasono
LENGA TALA: BETIS DAN KUTUKAN (69)
“Kalau ada yang belum tahu atau tak ingat, kuingatkan bahwa semasa hidupnya Pandu berjasa pada dewa. Ketika kahyangan Suralaya diobrak-abrik para raksasa, Pandulah yang membereskan. Itulah sebabnya ketika dia meminjam Lembu Andini atas rengekan Madrim, setengahnya Pandu memaksa Batara Guru. Continue reading “LENGA TALA: BETIS DAN KUTUKAN (69-76)”
Sunu Wasono
LENGA TALA: BETIS DAN KUTUKAN (60)
“Yamawidura terkejut. Tak dinyana bahwa ada musuh di dalam selimut. Baru ia mau bicara kepada Sengkuni, Gandamana yang marahnya tak bertepi itu telah menggelandang Sengkuni ke alun-alun. Ditumpahkanlah amarahnya ke Sengkuni. Setelah dijotos dan ditendang berkali-kali, Sengkuni dibanting. Kedua tangannya ditelikung. Continue reading “LENGA TALA: BETIS DAN KUTUKAN (60-68)”