Sastra Angkot

Raudal Tanjung Banua

Sejak status Ahmad Yulden Erwin tentang “100 Penyair Indonesia Modern” muncul di pemberitahuan linimasa fb saya, saya sudah tidak respek, karena itu, meski nama saya ditag, tak sekalipun saya respon. Mulanya, saya akan menolak jika undangan resmi sudah saya terima, tapi saya pikir sudah tidak perlu lagi. Continue reading “Sastra Angkot”

Politik Teori Sastra di Indonesia

Muhammad Al-Fayyadl

Pendahuluan

SECARA empiris-historis, kritik sastra dipisahkan dari aktivitas politiknya sejak lenyapnya estetika realisme sosialis seiring dilenyapkannya para sastrawan Lekra dari panggung kritik sastra sejak akhir dekade 1960-an. Koinsidensi antara peristiwa politik (politisida 1965) dan peristiwa kritik sastra (separasi antara kritik sastra dan politik) menegaskan kembali, secara paradoksal, ketakterpisahan politik dari dunia sastra dan dunia sastra dari konteks politiknya. Continue reading “Politik Teori Sastra di Indonesia”

Bahasa ยป