Novel Orang-Orang Bertopeng (16)

Dimuat bersambung di harian Sinar Harapan, edisi 27 Maret-10 Mei 2002

Teguh Winarsho AS

Malam semakin larut. Beberapa orang pamit pulang. Tapi segera disusul oleh kedatangan beberapa orang lain lagi. Alhasil, warung Cut Hindar tak pernah sepi. Sebagai janda yang boleh dibilang masih lumayan muda, Cut Hindar memang pandai memikat pembeli. Kerling matanya yang aduhai sering membuat anak-anak muda betah tinggal di situ. Bahkan diam-diam banyak laki-laki terutama dari luar kampung yang tergila-gila dan bermaksud meminang Cut Hindar. Continue reading “Novel Orang-Orang Bertopeng (16)”

Bahasa ยป