Dimuat bersambung di harian Sinar Harapan, edisi 27 Maret-10 Mei 2002
Teguh Winarsho AS
Pagi cerah. Salman terus menyusuri jalan kampung sambil sesekali meraba saku celananya yang berisi bungkusan plastik kecil dan amplop warna merah hati. Salman takut jika bungkusan plastik itu jatuh di jalan. Misinya bisa gagal total. Salman ingat betapa susah untuk mendapatkan bungkusan plastik serupa itu yang jika diminum akan membuat si peminum mendadak jatuh cinta, mabuk kepayang, meski sebelumnya benci setengah mati. Teman-temannya sudah banyak yang membuktikannya. Kini giliran Salman ingin membuktikan sendiri. Continue reading “Novel Orang-Orang Bertopeng (15)”

