KEANEKARAGAMAN PROSES KEBERLANGSUNGAN APRESIASI SASTRA (10)

Djoko Saryono *

Proses berlangsungnya apresiasi sastra sangat beraneka ragam, bukan seragam; jadi, terdapat beraneka ragam proses berlangsungnya apresiasi sastra. Hal ini disebabkan oleh empat hal berikut ini. Pertama, apresiasi sastra sebagai fenomena subjektif, eksistensial, idiosinkretis, dan momentan memiliki tingkat keumuman dan kerampatan (kegeneralan) yang relatif rendah. Misalnya, proses apresiasi yang dilakukan oleh Rindang Kasih atas karya Javid Namah (Mohamad Iqbal) Continue reading “KEANEKARAGAMAN PROSES KEBERLANGSUNGAN APRESIASI SASTRA (10)”

Bahasa ยป