AKAR SOSIOLOGIS MUDIK LEBARAN

Maman S Mahayana *

Catatan Pengantar: Esai ini pernah dimuat Harian Kompas, 2 September 2011 (dimuat juga dalam buku Bermain Esai, Jakarta: Tarebooks, 2018, hlm 135—138). Ketika itu manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih semrawut. Rel ganda Jakarta-Surabaya belum dibangun. Begitu juga jalan tol di Pulau Jawa, baru sampai Cirebon. Jadi, problem mudik dalam tulisan ini sudah kurang relevan lagi. Meskipun demikian, konsep mudik di Indonesia berakar pada problem sosiologis hubungan kota—desa, dan tidak berkaitan dengan tradisi, sistem kepercayaan, dan mitos, sebagaimana yang dilakukan masyarakat China dan Korea. Continue reading “AKAR SOSIOLOGIS MUDIK LEBARAN”

CERITA HANTU SALIMIN

Taufiq Wr. Hidayat *

“Sahdan buah jeruk yang manis, dalam kisah Akutagawa, dilemparkan seorang gadis asing dari dalam kereta melalui jendela,” kata Saliman malam itu di rumah saya.

Saya tidak menyangka, Saliman membaca Akutagawa. Orang bersembunyi di dalam rumah, keranda mayat dibawa keliling kota oleh petugas kesehatan pada siang hari, mencari orang yang mati kena virus, untuk dikuburkan secara benar sesuai prosedur medis agar virus dalam tubuh mayat tidak menular sama orang hidup. Malam. Di luar banyak virus tak terlihat, seperti hantu ketika kecil. Setelah dewasa, ternyata hantu-hantu itu tidak pernah ada, ujar Salimin. Continue reading “CERITA HANTU SALIMIN”

Bahasa »