Sastra Indonesia dan Predikat In Cognita

Khairul Mufid Jr

Dalam khazanah kesusastraan Indonesia, kita pasti mengenal nama sastrawan seperti Chairil Anwar, Idrus, Pramoedya Ananta Toer, Umar Kayam, W.S. Rendra, Y.B. Mangunwijaya, atau Gunawan Muhammad dan Sapardi Djoko Damono. Mereka adalah pelaku sastra Indonesia yang berjuang untuk mempromosikan budaya dan karya Indonesia di mata dunia. Namun usaha mereka tidak semulus yang dibayangkan, secara galib karya mereka hanya dikonsumsi oleh kalangan akademis atau universitas yang (kebetulan) memiliki program kajian bahasa dan sastra Indonesia, ketimbang di publik yang lebih luas. Continue reading “Sastra Indonesia dan Predikat In Cognita”

Corona

Ahmad Farid Yahya *
Radar Bojonegoro, 8 Mar 2020

Dari depan pintu gerbang Petrokimia yang sering disebut “Petro” oleh muda-mudi kota Babat. Di sebuah warung kopi sederhana yang sudah tak seramai dulu ketika baru buka. Seorang lelaki paruh baya duduk menyesap kopi pahit sambil termangu membaca berita yang muncul di panel notifikasi ponsel pintarnya yang sudah retak layarnya, karena terlalu sering jatuh. Continue reading “Corona”

MENAMPAR BULE

Ahmad Yulden Erwin *

Dulu saya pernah benar-benar ingin melihat serpih-serpih salju di D.C., tapi begini jelas satu keinginan naif pas awal musim semi. Mungkin butir-butir salju yang mungil dingin begitu sesekali memang perlu dirasakan juga, amat tepat muncul pada satu momen kemarahan pas kita merasa begitu diremehkan di negeri asing, tetapi tidak untuk sepotong ingatan kecil dari satu perjalanan, begini: Continue reading “MENAMPAR BULE”

Bahasa ยป