SERONG

Taufiq Wr. Hidayat *

Borges menulis fiksi yang cerdik mengelabuhi fakta, mengecoh sejarah dengan usil dan jenaka. Bagi Borges, aib sejarah bukan perbuatan tidak senonoh. Melainkan perilaku menyimpang “orang suci” dari nilai yang diperjuangkannya. Suatu pengkhianatan. Orang yang membela kesucian agama, lalu berbuat serong, maka ia telah berkhianat pada kesucian agama yang dibelanya dan menipu sejarah. Continue reading “SERONG”

Pergeseran Makna dan Fungsi Tayub di Tanah Jawa

Tjahjono Widijanto *
nusantarainstitute.com, 19/06/2021

Keberadaan Tayub dalam masyarakat Jawa sebenarnya menunjukan sebuah fenomena pertentangan budaya antara (1) budaya pedalaman dengan budaya pesisiran, (2) budaya kraton (Mentaraman) dengan budaya rakyat kecil (wong cilik), (3) budaya santri dengan budaya abangan, dan (4) budaya agraris dengan budaya industrial-komersial. Continue reading “Pergeseran Makna dan Fungsi Tayub di Tanah Jawa”

Nudis Club *

Eko Darmoko

Tiap kali masuk kamar nomor 208 aku selalu melihat bra, celana dalam, dan buku-buku sastra Amerika Latin berserakan di atas ranjang nomer 6 yang spreinya selalu terlihat amburadul.

Tak habis pikir, mengapa gadis Perancis bisa begitu jorok dan acak-acakan? Apakah ini karena Laura terlalu lama melancongi Pulau Jawa? Continue reading “Nudis Club *”

SASTRA DAN ESTETIKA

Majalah Sastra Dewan Kesenian Jawa Timur, SULUK

S. Jai
Edisi 19, Juli 2021

SASTRA secara sederhana kerapkali dimudahkan ‘cara baca’nya dengan ungkapan ‘susastra’ atau ‘kesusastraan’ alias tulisan yang indah. Dalam tradisi kita kesusastraan mendapat energi dari suntikan muasal kosa kata Sansekerta yang meneguhkan pemaknaannya sebagai suatu ajaran, pedoman. Continue reading “SASTRA DAN ESTETIKA”

Bahasa »