Meretas Jalan Seni

Miming Ismail *
Seputar Indonesia, 24 Feb 2008

DALAM konteks kebudayaan modern, kekayaan seni tradisi sering kali hanya menjadi etalase yang seakan telah melewati masa hidupnya. Seni dan budaya masa lalu hanya dilihat sebagai epos yang menjadi romansa hidup masa kini.

Karena itu akar dan habitusnya juga berangsur punah ditelan keganasan dan kelalaian memahami sebuah epos ruang dan waktu. Manusia pada zaman ini umumnya memandang semua anasir tradisi masa lalu sebagai artefak kebudayaan semata. Continue reading “Meretas Jalan Seni”

Daryono, Ketua Jurusan Seni Lukis yang tidak lulus SD

Judul aslinya obituari ini: “Bahagia dalam gelisah”

Budiman S. Hartoyo, Zed Abidien
majalah.tempointeraktif.com

LANGIT mendung menggantung di atas Kota Surabaya yang tengah berkabung. Setelah dua pelukis senior Surabaya, O.H. Supono dan Krishna Mustajab, meninggal beberapa waktu lalu, Rabu petang pekan lalu pelukis senior yang lain, Daryono, menyusul.

Lama mengidap penyakit paru-paru, pelukis ekspresionis yang meninggal pada usia 59 tahun ini pulang ke Rahmatullah karena penyakit jantung. Continue reading “Daryono, Ketua Jurusan Seni Lukis yang tidak lulus SD”

Pameran Tunggal Salim Di Usia 100 Tahun

Susianna
suarakarya-online.com

Nama Salim tiba-tiba muncul di tengah hinggar bingar blantika seni lukis Indonesia dalam pameran tunggal (2-14 September 2008) di Galeri Nasional Indonesia ketika menapak usia 100 tahun tanggal 3 September 2008 lalu. Pameran bertajuk Salim/Siapa Salim diresmikan Gubernur DKI H Fauzi Bowo diselenggarakan Cemara 6 Galeri atas prakarsa Prof. DR.Toeti Heraty Noerhadi Rooseno. Continue reading “Pameran Tunggal Salim Di Usia 100 Tahun”

Erotisme Seni untuk Apa?

Maria Magdalena Bhoenomo *
suarakarya-online.com

Pertanyaan bernada gugatan seperti judul tulisan ini, mungkin bisa digeneralisasikan. Misalnya, erotisme sastra untuk apa? Dan jika pertanyaan ini disederhanakan lagi, mungkin terkesan tolol: untuk apa erotisme? Dan, ada pertanyaan yang lebih tolol lagi: untuk apa meributkan erotisme?

Demikianlah, masalah erotisme selalu mengemuka dalam karya sastra dan karya seni lainnya (seni rupa, tari, lagu, teater) sehingga memancing tanda tanya dan perdebatan yang biasanya berujung pada terbentuknya sikap ‘demokratis’ manakala semua pihak harus menghormati selera dan pendapat masing-masing. Continue reading “Erotisme Seni untuk Apa?”

Bahasa ยป