Kabar Rupa dari Sakato

Afnan Malay
http://www.jawapos.co.id/

LEBIH dari seratus perupa Minang yang tergabung dalam Komunitas Seni Sakato Jogjakarta, selama 17-23 Februari 2010 bertempat di JNM (Jogja National Museum) dengan tajuk BAKABA memamerkan karya lukis, patung, dan instalasi. Jim Supangkat, Suwarno Wisetrotomo, serta Yasraf Amir Piliang yang menulis dalam katalog setebal 355 halaman berupaya mengajak kita menyelami para perupa Sakato. Continue reading “Kabar Rupa dari Sakato”

Ketika Teddy Meringkus Perang

Afnan Malay *
jawapos.co.id

PERUPA S. Teddy D. mengawali 2010 dengan berpameran tunggal di Museum Akili, Jakarta, mulai 23 Januari hingga 7 Februari. Pameran bertajuk WAR yang ditaja oleh Ark Galerie itu menggelar 24 karya lukisan Teddy, termasuk karya tiga dimensi. Semua, bila diringkas, seperti yang juga dapat dilacaksimpulkan dalam catatan kuratorial Alia Swastika, Teddy sampai pada posisi yang sangat benderang ketika berhadapan dengan perang. Teddy sama sekali tidak menyediakan peluang untuk ditundukkan oleh narasi apa pun: ia, antiperang. Continue reading “Ketika Teddy Meringkus Perang”

Ekspresi Mbah Surip Ikut Merehabilitasi Gempa

Susianna
http://www.suarakarya-online.com/

Urip Achmad Rijanto alias Mbah Surip yang namanya melejit setelah melantunkan Tak Gendong, ternyata hobi melukis. Paling tidak bisa dibuktikan dengan karya cat minyaknya “Ka’abah” dan “Ekspresi”.

Kedua lukisan itu dibuat tahun 2007. Dua lukisan itu tersimpan di studio kediaman rekannya sesama seniman MGE SW Slamet Jenggot di bilangan Jatisampurna, Bekasi. Continue reading “Ekspresi Mbah Surip Ikut Merehabilitasi Gempa”

Biennale, Anti-Barat, Kesadaran Semu

Wahyudin *
jawapos.com

BIENNALE seni rupa terkadang butuh kenaifan. Pada saat-saat tertentu -seperti yang berlangsung dalam Jogja Biennale X-2009, 11 Desember 2009-10 Januari 2010- ia bahkan sebuah kenaifan itu sendiri.

Kenaifan itu sudah tentu berkenaan bukan dengan kebijaksanaan menumbuhkembangkan biennale sebagai tradisi kreatif yang berwibawa di jagat seni rupa dalam dan luar negeri, melainkan kebanalan pikiran yang bertendensi menafikan sejarah panjang perhelatan seni rupa dua tahunan ini Continue reading “Biennale, Anti-Barat, Kesadaran Semu”

”Kudeta” Jogja Biennale X

Afnan Malay *
jawapos.com

Perhelatan seni rupa dua tahunan berlabel Jogja Biennale yang kini memasuki bilangan kesepuluh (X) diselenggarakan mulai 10 Desember 2009 hingga 10 Januari 2010. Wahyudin, kurator terpilih melalui audisi yang diadakan Taman Budaya Yogyakarta (TBY), mengajukan tema Gerakan Arsip Seni Rupa Jogja. Isu itu bertujuan apik memetakan perjalanan historis -bentuk karya (pencapaian artistik) dan gerakan yang pernah digagas (konsep estetik) para perupa Jogja: kota utama seni rupa tanah air. Continue reading “”Kudeta” Jogja Biennale X”

Bahasa ยป