Mengenang Wing Kardjo

Soni Farid Maulana
Pikiran Rakyat 10 Jun 2011

ALHAMDULILLAH laman Mata Kata bisa hadir kembali kehadapan pembaca yang budiman. Dalam kesempatan kali ini, redaksi menyuguhkan sejumlah puisi yang ditulis oleh almarhum Wing Kardjo, salah seorang penyair kenamaan dari Kota Bandung, yang tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga internasional. Continue reading “Mengenang Wing Kardjo”

KOMUNITAS SASTRA DI BANDUNG

Soni Farid Maulana
http://pengajiansastra.wordpress.com

KEGIATAN sastra yang dilakukan oleh komunitas-komunitas sastra di atas pada dasarnya lebih kepada acara mengundang orang untuk baca puisi, diskusi, dan menerbitkan buku. Sedangkan kegiatan yang membicarakan lahirnya kemungkinan daya estetik baru dalam penulisan karya sastra boleh dibilang tidak tersentuh. Continue reading “KOMUNITAS SASTRA DI BANDUNG”

Ajip, Profesor tanpa Ijazah

Soni Farid Maulana
_Pikiran Rakyat, 30 Jan 2008

SUDAH sejak awal kemunculannya di dunia sastra Indonesia modern pada tahun 1950-an, Ajip Rosidi dianggap sebagai anak ajaib. “Sejak masih muda, Ajip Rosidi sudah terkenal. Ia sastrawan dari tanah Sunda yang namanya saat ini tidak hanya dikenal di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga di tingkat internasional,” kata penyair Rendra, yang juga dikenal sebagai teaterawan terkemuka di negeri ini dalam percakapannya dengan penulis melalui saluran telefon, Kamis malam (24/1). Continue reading “Ajip, Profesor tanpa Ijazah”

Rumah Puisi Taufiq Ismail

Soni Farid Maulana
Pikiran Rakyat, 30 Agustus 2008

KESUNGGUHAN penyair Taufiq Ismail menumbuhkembangkan daya apresiasi sastra di kalangan anak-anak sekolah, dalam hal ini di kalangan anak-anak SMA lewat program Sastrawan Bicara Siswa Bertanya (SBSB) serta program Membaca, Menulis, dan Apresiasi Sastra (MMAS) untuk guru bahasa dan sastra Indonesia tidak diragukan lagi. Program tersebut sejak diluncurkan hingga kini sudah berjalan selama 10 tahun. Continue reading “Rumah Puisi Taufiq Ismail”

Godi Suwarna, Hantu, dan Sastra Sunda

Soni Farid Maulana
cangra.multiply.com

Aya manuk ngagarapak dina hate
Luncat kana dahan ngarangrangan
Nu kasampak bulan tinggal bangkarakna
Bangkar dirurub ku indungpeuting

EMPAT larik puisi di atas dipetik dari puisi Maskumambang karya sastrawan Sunda Godi Suwarna. Puisi yang secara keseluruhan menggambarkan kegelisahan sang penyair yang dibayang-bayangi oleh maut itu, terdapat dalam kumpulan puisi tunggal Godi Suwarna yang pertama, yang diberi judul Jagat Alit. Continue reading “Godi Suwarna, Hantu, dan Sastra Sunda”