Rumah Puisi Taufiq Ismail

Soni Farid Maulana
Pikiran Rakyat, 30 Agu 2008

KESUNGGUHAN penyair Taufiq Ismail menumbuhkembangkan daya apresiasi sastra di kalangan anak-anak sekolah, dalam hal ini di kalangan anak-anak SMA lewat program Sastrawan Bicara Siswa Bertanya (SBSB) serta program Membaca, Menulis, dan Apresiasi Sastra (MMAS) untuk guru bahasa dan sastra Indonesia tidak diragukan lagi. Program tersebut sejak diluncurkan hingga kini sudah berjalan selama 10 tahun. Continue reading “Rumah Puisi Taufiq Ismail”

Godi Suwarna, Hantu, dan Sastra Sunda

Soni Farid Maulana
cangra.multiply.com

Aya manuk ngagarapak dina hate
Luncat kana dahan ngarangrangan
Nu kasampak bulan tinggal bangkarakna
Bangkar dirurub ku indungpeuting

EMPAT larik puisi di atas dipetik dari puisi Maskumambang karya sastrawan Sunda Godi Suwarna. Puisi yang secara keseluruhan menggambarkan kegelisahan sang penyair yang dibayang-bayangi oleh maut itu, terdapat dalam kumpulan puisi tunggal Godi Suwarna yang pertama, yang diberi judul Jagat Alit. Continue reading “Godi Suwarna, Hantu, dan Sastra Sunda”

Fiksi Mini: Proses Tranformasi Kelisanan

Soni Farid Maulana
Pikiran Rakyat, 4 Des 2011

Di depan pintu penjara terpasang tulisan: ada kamar kosong, kamar mandi di dalam.

“HOTEL Prodeo” begitu judul fiksi mini di atas, diposting oleh Yunus Kurus dalam akun grup terbuka Fiksi 140, dengan admin penyair Kurniawan Junaedhie, Susy Ayu dan Ana Mustamin di jejaring sosial Facebook. Akun tersebut yang dibuka sejak awal bulan November 2011 itu, hingga kini sudah beranggotakan 400 orang. Continue reading “Fiksi Mini: Proses Tranformasi Kelisanan”

Arus Kesadaran Rendra

Soni Farid Maulana
Pikiran Rakyat, 27 Juni 2009

“RENDRA adalah pribadi yang menarik,” begitu kata Prof. Dr. A. Teeuw dalam suatu kesempatan di Leiden, pada tahun 1999 lalu. Saat itu, saya termasuk salah seorang penyair Indonesia yang diundang mengikuti Festival de Winternachten, di Den Haag, Belanda. Saya berkesempatan bertemu dengan Prof. Dr. A. Teeuw justru lewat Rendra. Tidak saya mungkiri, Rendra memiliki pribadi yang menarik, terbuka, dan mudah bergaul. Yang paling penting dari semua itu adalah, ia selalu murah hati dan tidak pelit dalam membagi ilmu yang dikuasainya. Continue reading “Arus Kesadaran Rendra”

H.B. JASSIN DAN DOKUMENTASI SASTRA INDONESIA

Soni Farid Maulana
Pikiran Rakyat, 18 Juni 2010.

Tumbuh dan berkembangnya sastra Indonesia pada satu sisi, tidak lepas dari peran H.B. Jassin, yang pada zamannya menempatkan diri sebagai kritikus sastra. Apa yang ditulis, H.B. Jassin saat memberikan ulasan terhadap apa yang telah dibacanya itu, sebagaimana dikatakan novelis Mochtar Lubis dalam buku H.B. Jassin 70 Tahun (1987) tidak membunuh, melainkan memberikan motivasi. Tujuannya adalah, agar di kemudian hari, sastrawan yang diulas karyanya itu bisa menulis lebih baik lagi. Continue reading “H.B. JASSIN DAN DOKUMENTASI SASTRA INDONESIA”

Bahasa »