
Catatan kecil buku “Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia”
Taufiq Wr. Hidayat *
Orang-orang memberikan gelar dan penghargaan pada kenangan tua dari sosok yang tua dan uzur. Continue reading “SASTRA INDONESIA DALAM KOMENTAR ORANG BERNAMA NUREL”

Catatan kecil buku “Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia”
Taufiq Wr. Hidayat *
Orang-orang memberikan gelar dan penghargaan pada kenangan tua dari sosok yang tua dan uzur. Continue reading “SASTRA INDONESIA DALAM KOMENTAR ORANG BERNAMA NUREL”
“Ayat suci dapat menjadi berhala tatkala ayat suci digunakan sarana memuja diri sendiri, menindas, dan merusak kehidupan”.
(Taufiq Wr. Hidayat, “Berhala”, Kitab Iblis) Continue reading “Kitab Iblis: Kilatan-kilatan Permenungan Tentang Manusia dan Kemanusiaan *”
Taufiq Wr. Hidayat *
Sahdan di pinggiran kota Prancis, sekitar tahun 1960-an, hiduplah seorang muslim bernama Tuan Ibrahim. Kemiskinan di pinggiran kota itu telah menciptakan keterpurukan: kriminalitas, pelacur jalanan, anak-anak terlantar. Tuan Ibrahim adalah seorang pedagang. Secara tak sengaja, ia bersahabat dengan seorang anak belasan tahun bernama Moses. Continue reading “BUNGA KEABADIAN DAN SEORANG PENYAIR TANPA KREDO”
SEPERTI SUARA
Taufiq Wr. Hidayat *
Melalui caviar dan vodka
kami langgar sepuluh dosa.
Di atas kain meja yang putih
terbarut tindakan yang sia-sia.
Botol-botol anggur yang angkuh
dan teman wanita yang muda
adalah hiasan malam yang terasa tua.
(WS. Rendra; “Sebuah Restoran, Moskwa”, dalam “Sajak-sajak Sepatu Tua”) Continue reading “SEPERTI KATA”
Taufiq Wr. Hidayat *
Setelah Seabad Kesunyian
Tentang seseorang di pintu Sang Kekasih
dan mengetuk.
Ada suara bertanya
“Siapa di sana?”
Dia menjawab
“Ini aku.”
Sang suara berkata
“Tak ada ruang untuk aku dan kamu.” Continue reading “BIMA SUCI”