Hormati Arwah Orang Mati, Mengapa?

Yohanes Sehandi *
Flores Pos, 16 Jan 2020

Salah satu tradisi sakral turun-temurun dari nenek moyang yang kita warisi dengan baik sampai dengan saat ini adalah tradisi menghormati arwah orang mati atau roh para leluhur. Tradisi ini cukup menonjol dalam ritus-ritus agama tradisional (biasa disebut agama asli, agama lokal, atau aliran kepercayaan). Bahkan salah satu pusat kepercayaan agama tradisional adalah kekuatan arwah orang mati yang diyakini masih hidup dalam bentuk lain di “dunia seberang.” Tradisi dan kepercayaan seperti ini masih dipraktikkan di berbagai etnis dan suku bangsa di dunia, terutama di Asia, Afrika, Amerika Latin, Melanesia, dan Australia (suku Aborigin). Di Indonesia, termasuk di Flores, tradisi dan kepercayaan kepada arwah orang mati ini masih dipegang teguh sampai kini. Continue reading “Hormati Arwah Orang Mati, Mengapa?”

Mengenal 5 Buku Antologi Puisi Sastrawan NTT

Yohanes Sehandi *

Dalam catatan saya, sampai dengan tahun 2019 ini, baru ada lima buku antologi puisi karya para sastrawan NTT yang telah diterbitkan. Dilihat dari segi banyaknya penyair dan banyaknya puisi yang terhimpun di dalamnya, kelima buku antologi puisi ini bisa dinilai sebagai “representasi” karya para penyair NTT yang berkiprah di panggung sastra Indonesia modern. Kelima buku antologi tersebut diperkenalkan secara singkat berikut ini. Continue reading “Mengenal 5 Buku Antologi Puisi Sastrawan NTT”

Yesus di Salib, Menurut Penyair Besar Indonesia

Yohanes Sehandi *
Pos Kupang, 29 Agu 2019

Salib adalah tanda sekaligus lambang kerendahan hati, penderitaan, dan keselamatan bagi kaum Nasrani atau Kristiani, yakni penganut agama Kristen dan Katolik. Salib (dengan huruf S kapital) tidak sekadar tanda silang. Tidak pula sekadar dua potong kayu yang dipasang bersilangan. Salib diyakini kaum Nasrani sebagai yang kudus dan apostolik, baik yang ada gambar atau patung tergantung pada Salib, maupun tanpa gambar atau patungnya. Bagi kaum Nasrani, Salib adalah benda kudus, karena hakikat dan lambang Salib menjadi bagian ajaran Nasrani: kerendahan hati, penderitaan, dan keselamatan. Continue reading “Yesus di Salib, Menurut Penyair Besar Indonesia”

Revisi Sejarah Awal Sastra NTT

Yohanes Sehandi *
Pos Kupang, 3 Okt 2019

Opini ini bertujuan utama untuk merivisi atau meluruskan kembali hasil temuan saya beberapa tahun lalu tentang sejarah awal sastra NTT. Adapun hasil temuan saya itu, bahwa sejarah awal sastra NTT dimulai tahun 1961, terhitung sejak orang NTT pertama menulis karya sastra dalam bahasa Indonesia dan dipublikasikan secara nasional. Orang NTT pertama yang menulis karya sastra itu adalah Gerson Poyk (1931-2017). Continue reading “Revisi Sejarah Awal Sastra NTT”