Mengenal 5 Buku Antologi Puisi Sastrawan NTT

Yohanes Sehandi *

Dalam catatan saya, sampai dengan tahun 2019 ini, baru ada lima buku antologi puisi karya para sastrawan NTT yang telah diterbitkan. Dilihat dari segi banyaknya penyair dan banyaknya puisi yang terhimpun di dalamnya, kelima buku antologi puisi ini bisa dinilai sebagai “representasi” karya para penyair NTT yang berkiprah di panggung sastra Indonesia modern. Kelima buku antologi tersebut diperkenalkan secara singkat berikut ini. Continue reading “Mengenal 5 Buku Antologi Puisi Sastrawan NTT”

Yesus di Salib, Menurut Penyair Besar Indonesia

Yohanes Sehandi *
Pos Kupang, 29 Agu 2019

Salib adalah tanda sekaligus lambang kerendahan hati, penderitaan, dan keselamatan bagi kaum Nasrani atau Kristiani, yakni penganut agama Kristen dan Katolik. Salib (dengan huruf S kapital) tidak sekadar tanda silang. Tidak pula sekadar dua potong kayu yang dipasang bersilangan. Salib diyakini kaum Nasrani sebagai yang kudus dan apostolik, baik yang ada gambar atau patung tergantung pada Salib, maupun tanpa gambar atau patungnya. Bagi kaum Nasrani, Salib adalah benda kudus, karena hakikat dan lambang Salib menjadi bagian ajaran Nasrani: kerendahan hati, penderitaan, dan keselamatan. Continue reading “Yesus di Salib, Menurut Penyair Besar Indonesia”

Revisi Sejarah Awal Sastra NTT

Yohanes Sehandi *
Pos Kupang, 3 Okt 2019

Opini ini bertujuan utama untuk merivisi atau meluruskan kembali hasil temuan saya beberapa tahun lalu tentang sejarah awal sastra NTT. Adapun hasil temuan saya itu, bahwa sejarah awal sastra NTT dimulai tahun 1961, terhitung sejak orang NTT pertama menulis karya sastra dalam bahasa Indonesia dan dipublikasikan secara nasional. Orang NTT pertama yang menulis karya sastra itu adalah Gerson Poyk (1931-2017). Continue reading “Revisi Sejarah Awal Sastra NTT”

Penyair John Dami Mukese di Panggung Sastra

Yohanes Sehandi *
Indonesiakoran.com 3 Apr 2018

Penyair John Dami Mukese telah meninggalkan kita semua pada Kamis, 26 Oktober 2017 di RSUD Ende dalam usia 67 tahun. Lahir pada 24 Maret 1950 di Menggol, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Beliau seorang imam Katolik, misionaris SVD, penulis, dan penyair. Setiap kita yang mengenal beliau tentu mempunyai kenangan tersendiri terhadapnya. Bagi saya, mengenang John Dami Mukese adalah mengenang jejak langkahnya sebagai seorang penulis dan penyair lewat karya-karya tulis yang ditorehkan selama hidupnya, antara lain sebagai berikut. Continue reading “Penyair John Dami Mukese di Panggung Sastra”

Kontroversi Puisi Esai 2018

Yohanes Sehandi *
harian Stabilitas (Bima, NTB) 9 Apr 2018.

Kontroversi puisi esai memasuki babak baru tahun 2018 ini. Kontroversi baru ini dipicu sang penggagas sekaligus dedengkot puisi esai Denny JA (Denny Januar Ali) dengan gerakan penulisan puisi esai nasional 2018. Gerakan ini melibatkan 5 orang penulis puisi esai setiap provinsi dari 34 provinsi di Indonesia. Setiap penulis puisi diberi honorarium yang pantas dan layak untuk sebuah karya seni/intelektual. Sponsor utama Denny JA. Program ini mendapat sambutan meriah dari para pendukung puisi esai di seluruh Tanah Air. Continue reading “Kontroversi Puisi Esai 2018”