Menjadi Jawa dalam Hibriditas Budaya

Yusri Fajar
jiwasusastra.wordpress.com

Suatu hari ada seorang politisi yang dinilai ‘melecehkan’ etnis tertentu. Politisi yang mulai dikenal dengan gaya santun ini, tiba-tiba tampak sedikit emosional ketika berdebat di Televisi. Kesantunan yang oleh beberapa pengamat dinilai sebagai upaya untuk melakukan ‘penetrasi’ ke lingkaran hegemoni politik Jawa dalam partai dimana dia berada, tiba-tiba berubah menjadi ungkapan kemarahan yang bersifat menyerang, mirip ‘preman’. Baca selengkapnya “Menjadi Jawa dalam Hibriditas Budaya”

Revitalisasi (Pilihan) Sastra di tengah Pragmatisme Masyarakat

Yusri Fajar *
jiwasusastra.wordpress.com

I
Ada persepsi keliru dalam masyarakat yang perlu diluruskan, yaitu siswa di kelas eksakta (ilmu pasti) memiliki kecerdasan yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang berada di kelas humaniora, seperti sastra dan bahasa. Perspesi ini memengaruhi berbagai kebijakan dalam pengembangan kompetensi, sarana dan prasarana, termasuk perlakuan terhadap siswa yang memilih bidang bidang humaniora. Baca selengkapnya “Revitalisasi (Pilihan) Sastra di tengah Pragmatisme Masyarakat”

Sastra dan Kuliner

Yusri Fajar *
KOMPAS, 27 Okt 2013

Sastra dan kuliner berhubungan tidak hanya dalam hal yang bersifat material dan fisikal, seperti bagaimana tokoh-tokoh dalam karya sastra mengonsumsi dan menikmati makanan, tetapi juga bersifat sosial kultural, yaitu bagaimana tokoh-tokoh tersebut mengonstruksi identitas budaya dan prinsip hidup mereka melalui makanan. Khazanah kuliner lokal, tradisional hingga modern, membangun citra tokoh dan lanskap kultural dalam karya sastra. Baca selengkapnya “Sastra dan Kuliner”