Peneliti Lokal Versus Peneliti Asing

Yusri Fajar *
KOMPAS, 17 Mei 2013

Berita di Kompas edisi 16 Maret lalu tentang dominasi peneliti asing dalam penelitian wayang golek dan wayang cepak di Jawa Barat menarik perhatian.

Dalam berita itu, Endo Suanda, Direktur Yayasan Seni Tikar, mengatakan, banyak peneliti lokal tak didukung data lengkap sehingga hanya membahas permukaan. Lili Suparli, dosen STSI Bandung, juga dalam berita itu mengatakan, peneliti asing unggul karena mereka memiliki bekal metode penelitian yang lumrah terjadi di negara asalnya sejak ratusan tahun lalu. Continue reading “Peneliti Lokal Versus Peneliti Asing”

Rumah di Tepi Lumpur (MENGENANG TRAGEDI LUMPUR LAPINDO)

Yusri Fajar
_Koran Surya, 2008

Senja berhias debu beterbangan dari jalanan yang tergilas roda kendaraan. Beberapa truk berjalan beriringan, datang silih berganti memuntahkan tanah keras bercampur batu di atas tanggul penahan luapan lumpur. Karman, lelaki berumur empat puluh lima tahun, menatap hamparan mega dari atas salah satu sudut tanggul yang memanjang. Telah setahun rumahnya tenggelam dalam lumpur yang keluar deras dari perut bumi. Rumah hasil jerih payahnya itu kini tinggal kenangan. Continue reading “Rumah di Tepi Lumpur (MENGENANG TRAGEDI LUMPUR LAPINDO)”

Bunga Tulip

Yusri Fajar

Bunga tulip basah tergeletak di depan pintu apartemenku di jalan Smaragdlaan 98 Leiden. Bunga tulip merah muda itu basah berlumur air mata. Tak ada pesan juga tulisan. Aku mengambilnya, melihat butiran-butiran air mata masih menempel. Siapakah yang mengirim bunga tulip basah airmata ini? Tulip adalah lambang keindahan yang memesona banyak orang. Seharusnya tulip tak tercemari kesedihan. Continue reading “Bunga Tulip”

Film sebagai Pencerah Bangsa

Yusri Fajar *
__Harian Surya, 24 Des 2010

Festival film Indonesia 2010 usai digelar. Film karya sutradara Hanung Bramantyo Sang Pencerah yang awalnya terlempar dari nominasi, setelah terjadi pergantian dewan juri, film tentang perjuangan pendiri Muhammadiyah ini akhirnya meraih sejumlah penghargaan. Mutu memang harus menjadi pertimbangan utama dalam festival, meskipun keputusan juri tak selalu bisa memuaskan. Continue reading “Film sebagai Pencerah Bangsa”

Puisi Ekologis dan Maritim 5 Penyair Jatim

Yusri Fajar *
__Radar Surabaya, 29 April 2012

LIMA Penyair Jawa Timur, Akhudiat, Zawawi Imron, Nanang Suryadi, F Azis Manna, dan Kusprihyanto Namma yang dipilih untuk berpartisipasi dalam Forum Penyair Internasional 2012, mengha-dirkan nuansa ekologis dan maritim dalam puisi-puisi mereka. Penyair Jatim ini tampil bersama penyair-penyair dari Belanda, Jerman, Afrika Selatan, Swe-dia, Selandia baru dan Makedonia. Continue reading “Puisi Ekologis dan Maritim 5 Penyair Jatim”

Bahasa ยป