Bung Tomo dan Neokolonialisme

Yusri Fajar *
surya.co.id

Dengan gagah berani dan tanpa kompromi Bung Tomo mengajak para pejuang untuk memerangi penjajah. Upaya pendudukan wilayah Indonesia secara paksa dengan kekuatan bersenjata ditanggapi ksatria dengan taruhan nyawa.

pidato heroik bung Tomo saat menanggapi ancaman kolonialis Inggris di tahun 1945 mampu membakar dan membangkitkan semangat Arek-arek Suroboyo dan berbagai elemen lainnya. Continue reading “Bung Tomo dan Neokolonialisme”

Merayakan Lebaran di Jerman

Yusri Fajar *
http://www.surya.co.id/

Bagi mayoritas masyarakat Indonesia, berlebaran di kampung halaman selalu dinantikan. Selain menjadi tradisi sakral, mudik juga bagian dari upaya menjaga ikatan dengan daerah asal. Apalagi jika sanak saudara dan keluarga berada di kampung. Para pendatang yang tinggal di kota-kota besar, ketika mudik ke kampung yang jauh dari keramaian, secara tidak langsung menegaskan identitas sebagai pendatang yang menggantungkan harapan di kota. Continue reading “Merayakan Lebaran di Jerman”

Bayang Negeri Tropis

Yusri Fajar *)
http://nasional.kompas.com/

Akhirnya aku tiba di negeri kelahiran Shakespeare, sastrawan ternama Inggris yang dikagumi banyak orang. Pilot mengumumkan beberapa saat lagi pesawat akan mendarat. Hari masih pagi namun bandara Internasional Heathrow London sudah ramai oleh penumpang yang datang dan pergi. Aku datang ke sini untuk menghadiri pentas puisi sekaligus menemui Carina di kota Leeds. Dari London aku akan melanjutkan perjalanan dengan bus ke Leeds. Carina pasti sudah menunggu kedatanganku. Continue reading “Bayang Negeri Tropis”

“MALANG RAYA DALAM SASTRA”: LOKALITAS DAN WARNA LOKAL DI TENGAH DINAMIKA GLOBAL

Yusri Fajar
__Pelangi Sastra Malang

Mengidentifikasi, menganalisa dan mencipta karya sastra berwarna lokal dalam dunia global yang dipenuhi hibriditas kultural adalah sebuah kerja interdisipliner (sastra dan budaya) dan kreatif yang menantang. Apalagi jika lokalitas selalu diidentikkan dengan berbagai keunikan suatu daerah. Terlebih lagi jika keunikan itu didasarkan pada aspek-aspek budaya tradisional dan identitas masa lampau. Continue reading ““MALANG RAYA DALAM SASTRA”: LOKALITAS DAN WARNA LOKAL DI TENGAH DINAMIKA GLOBAL”

“Dari Dolly Surabaya, Madura, hingga Air Mata”:

Hibriditas Dunia Sosial dan Individual dalam Antologi Puisi Salam Mempelai Karya Tengsoe Tjahjono

Yusri Fajar
__Pelangi Sastra Malang

Sebelum saya mulai ‘membaca’ antologi puisi Tengsoe Tjahjono Salam Mempelai(2010), saya ingin bercerita sedikit tentang perkenalan saya dengan penyair yang juga dosen Universitas Negeri Surabaya ini. Saya pertama kali bertemu Tengsoe pada acara bedah novellet Bukan Pinang di Belah Dua karya Ratna Indraswari Ibrahim di Jalan Diponegoro Malang sekitar tujuh tahun yang lalu. Waktu itu Tengsoe sebagai pembedah. Continue reading ““Dari Dolly Surabaya, Madura, hingga Air Mata”:”

Bahasa »