S. Jai
KESEGARAN pagi ini nresep perasaanku. Lebih hebat dari tumpukan gunung dan lembaran langit. Dua makhluk ciptaan Tuhan paling angkuh di mataku, di atas ubun-ubunku, tapi begitu mungil di dasar hati dan pikiranku. Segala benda terkukuh di semesta atas kemauanku sendiri bisa berada dalam genggaman tanganku, kubuat mainan di telapakku dalam waktu singkat yang memadat. Sekejab. Continue reading “S e n g a u”
