Puisi Indonesia dalam Tiga Ihwal

Riki Dhamparan Putra *
cetak.kompas.com

“…musuh puisi adalah tidak utuhnya pemahaman dalam diri penyair.”
Pablo Neruda, 1971

Tiga ihwal telah mendominasi panggung wacana dan memengaruhi perilaku bersastra kita sejak lama. Pertama: ajeg lokal, kedua: pornografi, dan ketiga: akrobat bahasa. Ajeg lokal adalah istilah yang saya lokalkan dari istilah yang sekarang sedang populer: lokalitas. Continue reading “Puisi Indonesia dalam Tiga Ihwal”

Penyair dan Puisi Sufi

H. Usep Romli H.M.
http://www.pikiran-rakyat.com/

Penyair sufi dan puisi sufistik, merupakan bagian tak terpisahkan dari khasanah kekayaan literatur Islam, sejak abad pertama Hijrah, hingga masa sekarang ini. Walaupun sufisme (paham sufi), masih tetap merupakan kontradiksi dan khilaf (pertentangan) di kalangan para pemikir Islam itu sendiri. Nama-nama ulama besar seperti Abdurahman al Jauzi (abad ke-9 M), Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim al Jauziyah (abad ke-13 M), dan banyak lagi pengikutnya, berada di garis terdepan dalam menentang sufisme, yang mereka anggap pantheistik yang merusak sendi-sendi tauhid. Serta pengabaian tata cara ibadah ritual (hablum minallahi), baik waktu maupun cara. Continue reading “Penyair dan Puisi Sufi”

Bahasa ยป