Kavellania Nona Pamela
Untuk ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata dipipiku
Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi Continue reading “Kehilangan”
Kavellania Nona Pamela
Untuk ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata dipipiku
Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi Continue reading “Kehilangan”
Wilson Nadeak
kompas.com
USIR burung itu!” terdengar suara agak keras dari kamar. WWW WIstriku dan aku sedang mendengar warta berita terakhir malam itu. Untuk kedua kalinya terdengar lagi seruan itu. Mungkin istriku menyangka itu bagian dari berita atau barangkali ia terkejut menyangka ada sesuatu yang terjadi karena ia menyaksikan televisi antara sebentar mengantuk sebentar terbangun. Ia memandang padaku. Continue reading “Maut”
Muhyidin*
http://www2.kompas.com/kompas-cetak/
Maulana Wahiduddin Khan (diterjemahkan oleh Samson Rahman), Islam Anti Kekerasan, Pustaka Al-Kautsar, Maret 2000, 180 halaman
MAULANA Ashraf ‘Ali Thanawi, seorang sufi yang sangat terkenal di India, suatu saat bangun dan akan mengambil wudhu. Seorang muridnya membawakan kepadanya seember air. Continue reading “Jadilah Bunga Wangi, Bukan Onak Berduri”
Setyo Budiantoro*
ttp://www2.kompas.com/kompas-cetak/
YB Mangunwijaya, Rumah Bambu, Kepustakaan Populer Gramedia, 2000, 218 halaman
JANGAN pernah membayangkan buku ini akan bercerita tentang perjuangan anak manusia yang memperjuangkan idealisme, seperti Minke dalam tetralogi dashyatnya Pram. Jangan pula merujuk Nietzche yang mencoba gigih “membunuh” Tuhan. Pokoknya, jangan merujuk penganut eksistensialisme yang mencoba menjadikan dirinya sendiri sebagai seorang pribadi. Bila Anda masih membawa perspektif itu ketika membaca buku ini, maka Anda akan kecewa, bahkan kecewa berat. Continue reading “Mengasah Hati Nurani”
Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id
Banyak tema yang bisa digali seorang penulis. Maka, seorang penulis sastra pun pasti sengaja atau tak sengaja akan memilih pendekatan tertentu, untuk diapreasiasi, ditanggapi oleh pembaca, penikmat ataupun apresiator.
Akidah Gauzillah, dalam kumpulan cerpen Bila Bintang Terpetik (penerbit Beranda, Mizan Grup), terasa lebih memunculkan sudut internal di dalam karya-karyanya. Artinya, dalam cerpennya itu, dia memilih sisi dari tokoh untuk melihat ke dunia luar. Continue reading “Misteri Jiwa Tokoh pada Kumpulan Cerpen “Bila Bintang Terpetik””