Nurel Javissyarqi
http://www.facebook.com/nurelj
Reformasi serupa sakit perut mual-mual, menyakitkan pengeluaran melegakan pembuangan. Detik-detik menjelang situasi genting mencekam merindingkan bulu revolusi. Sewaktu itu aku mengenyam hidup di Yogyakarta. Kota kebak intelektual tanpa tendensi popularitas, mungkin. Kebudayaan adiluhung berakar tahta kerajaan harum, walau perubahan menghimpit tradisi.
Seolah ramalan menumpahkan kesalahan pandang terungkap gamblang, hukum transparan di mata rakyat sampai kaum awam. Seakan tuhan mencerahkan anak-anak bangsa atas langit paling terang yang belum pernah sebelumnya, kesempatan gilang demi kembali kedaulatan. Menggunduli patriotik semu mengangkat kebersamaan. Continue reading “REFORMASI KE AMBANG REVOLUSI”
