Nelayan
jauh berlayar di laut mata-Mu
angin begitu dingin
mengayuh perahu kayu
menjauh dari tepian
: inilah perahuku
derai rerindu
dari bukit-bukit kelu Continue reading “Puisi-Puisi AF Denar Daniar”
Nelayan
jauh berlayar di laut mata-Mu
angin begitu dingin
mengayuh perahu kayu
menjauh dari tepian
: inilah perahuku
derai rerindu
dari bukit-bukit kelu Continue reading “Puisi-Puisi AF Denar Daniar”
Tanyaku
Apa ini?
Setelah kudengar sorakan jargon-jargon keadilan,
Masih saja aku melihat bayi-bayi kucing yang dipelihara pengemis yang di tinggal pergi tuannya
Apa ini?
Setelah sering kulihat poster-poster bertuliskan kepedulian,
masih saja kudapati para cacat yang menjual rokok di tepi jalan Continue reading “Puisi-Puisi Muhammad Alif Mahmudi”
Ipik Tanoyo
http://www.balipost.co.id/
LAGI-LAGI seorang perempuan Jawa mengalami nasib naas, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sampai akhirnya harus bercerai dan menikah lagi dengan pria lain. Dalam novel memoar bertajuk Pendar Jingga di Langit Kabah karya Naimah Herawati Hizboel, dikisahkan seorang perempuan Jawa bernama Sazkia Rahmah yang menjadi tokoh utama, bertubuh tinggi dan berparas ayu. Bila bicara, matanya berbinar-binar memancarkan keramahan, optimisme, sekaligus kepasrahan. Continue reading “Pergulatan Batin Seorang Perempuan”
I Komang Arba Wirawan
http://www.balipost.co.id/
Berawal dari fotografi jurnalistik yang digeluti selama lima tahun bekerja sebagai wartawan foto pada harian DenPost (1998-2003) — Kelompok Media Bali Post. Kecintaan pada dunia fotografi tumbuh seiring dengan waktu, berbekal dengan kamera analog Nikon FM 2, berbagai sudut kota lalu lintas Kota Denpasar, olahraga, human interest dan kriminalitas terekam menghiasi harian DenPost.
Hiruk-pikuk reformasi 1998, demo mahasiswa, sampai bom Bali I menjadi tugas jurnalistik yang sangat berkesan. Meliput dengan menahan kesedihan hati dan air mata di mana saat menyaksikan korban bom terbakar, di mana hasil karya ini terlalu sadis untuk dipublikasikan. Continue reading “Ekspresi Estetis Pada Karya Seni Fotografi”
Ketut Wiana
http://www.balipost.co.id/
Ada gunung yang menjulang tinggi dengan pepohonan hijau royo royo. Di kaki gunung ada pohon-pohon bunga dengan aneka warna warni membuat suasana segar yang menyejukan hati. Di sebelah gunung itu ada sungai yang meliuk-liuk dengan air deras yang bersih tanpa ada limbah sampah mengotorinya. Di dataran yang lebih rendah ada kebun dan sawah menghijau bagaikan hamparan bludru hijau yang membuat gunung itu menjadi semakin sempurna menghadirkan alam yang asri. Ada burung-burung berkicau bebas tanpa ada yang mengganggunya. Pemandangan gunung itu adalah suatu keindahan tetapi bukan hasil karya seni. Sedangkan karya seni adalah buatan manusia seniman yang diharapkan menghasilkan keindahan. Continue reading “Mengukur Sebuah Keindahan”