Bukavu, Cerpen-cerpen Puitis Helvy Tiana Rosa

Ahmadun Yosi Herfanda
Koran Republika

Cerpen tak sanggup membatalkan Helvy Tiana Rosa dari seorang penyair.
Komentar pendek (endorsement) Putu Wijaya itu memang tidak tepat benar, tapi cukup mewakili gaya beberapa cerpen Helvy Tiana Rosa yang terkumpul dalam buku kumpulan cerpen terbarunya, Bukavu: puitis. Helvy tentu tidak bermaksud menulis puisi dalam Bukavu, tapi citarasa bahasanya sebagai penyair cukup mempengaruhinya dalam menuliskan cerpen-cerpennya, sehingga hasilnya adalah narasi-narasi puitis, yang kadang simbolik, konotatif, dan bermajas, layaknya baris-baris puisi. Continue reading “Bukavu, Cerpen-cerpen Puitis Helvy Tiana Rosa”

Sahur Hari Pertama

Sutan Iwan Soekri Munaf
suarakarya-online.com

Membangunkan Dulah?
Rifai tampak enggan. Pasalnya, membangunkan adiknya ini seperti mengangkat batu besar yang jatuh ke dalam sumur. Alang kepalang susahnya. Tidur Dulah mirip orang mati. Jika pun terbangunkan, dia duduk sejenak di tepi ranjang dengan mata tetap tertutup, namun beberapa saat saja, sudah terlentang, melanjutkan tidurnya. Continue reading “Sahur Hari Pertama”

Dendang Itu

Ratna Indraswari Ibrahim
http://www.suarakarya-online.com/

Sami, mendendangkan lagu ini, “Putri, ini Ayah. Ayah, ini Putrimu.” Lantas kudengar suara Sami tertawa bersama putriku, diakhir setiap dendang itu.

Aku selalu ingin keluar dari tubuhku, kalau kudengar dendang itu. Tapi, aku tidak bisa melakukan apapun, tentu saja. Seperti aku tidak bisa mengatakan pada Sami (suamiku) siapa ayah, dari putriku? Continue reading “Dendang Itu”

Kota-Kota Kecil yang Kusinggahi dengan Ingatan

Raudal Tanjung Banua
kendaripos.co.id

Pernahkah Anda singgah di sebuah kota dan merasa seolah itu kota pertama yang Anda singgahi di dunia? Aku pernah. Dan itu adalah kota-kota kecil yang kusinggahi kali pertama, baik secara harfiah –karena memang baru kali itu melakukan perjalanan jauh– maupun yang pernah kusinggahi dengan rasa berbeda: sekelabat ingatan, tapi begitu dalam, kadang kujumpai kembali dengan kegugupan, ketakjuban panjang, dan tak jarang tergeragap dalam pandangan, yang rasa-rasanya selalu pertama. Beberapa terus mengendap di kepalaku, tak mau pergi; meski tak semuanya berkembang; beberapa memudar seirama bayang-bayang, tapi tak juga lenyap atau hilang. Izinkan aku membilang, satu-satu, siapa tahu Anda juga mengingat sesuatu, dekat atau jauh, di ranah ibu atau di seberang? Continue reading “Kota-Kota Kecil yang Kusinggahi dengan Ingatan”

Bahasa ยป