Seratus tentang jawa, BUNGA RAMPAI SASTRA JAWA MUTAKHIR

BUNGA RAMPAI SASTRA JAWA MUTAKHIR
Oleh: J.J. Ras
Penerbit: PT Grafiti Pers, 1985, 441 halaman
JUDUL asli buku ini adalah Javanese Literature since Independence,
diterbitkan di Negeri Belanda pada 1979.
Peresensi: Sapardi Djoko Damono
http://majalah.tempointeraktif.com/

Bunga rampai ini diawali dengan pendahuluan sepanjang 30 halaman – di dalamnya penyusun mencoba memberi gambaran mengenai peran sastra dalam masyarakat Jawa dan perkembangan sastra Jawa modern. Continue reading “Seratus tentang jawa, BUNGA RAMPAI SASTRA JAWA MUTAKHIR”

Seabad Bung Hatta

Sabam Siagian
http://www.balipost.co.id/

Amat mencolok pada periode kepemimpinan Habibie betapa uang menjadi instrumen politik yang aktif. Ternyata ”mumpung-isme” sebagai penyakit sosial terus menjalar ke tahap pemerintahan Abdurrahman Wahid. Mungkin caranya tidak secanggih seperti yang diterapkan pada tahap kepresidenan Habibie, tapi dalil ”memanfaatkan kesempatan” masih tetap berlaku. Skarang ini, pada tahap kepemimpinan Megawati – Hamzah Haz sulit dikatakan bahwa ”mumpungisme” menciut. Sebaliknya, tambah dekat kita ke pemilu 2004 akan tambah ganas nafsu mengumpulkan dana. Continue reading “Seabad Bung Hatta”

Memaknai ”Multikultural” Potensi Lokal

I Wayan Artika
http://www.balipost.co.id/

DI Indonesia, sampai saat ini, pluralitas (sebagai sebuah ancaman integrasi dan potensi) hanya dipahami berdasarkan terminologi politik. Hal itu menyebabkan terabaikannya pemahaman-pemahaman terhadap prurarlitas itu. Kesenian etnik sebagai salah satu item dalam pluralitas itu juga tidak diberi apresiasi yang baik. Apresiasi itu bersifat eksklusif, terbatas pada wilayah-wilayah budaya etnik pemiliknya. Continue reading “Memaknai ”Multikultural” Potensi Lokal”

KOMUNITAS SASTRA: BUKAN SEKADAR PAPAN NAMA

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Geliat sastra lahir dari pribadi kreatif. Ia mungkin saja menjadi sekadar gerak-riak. Sangat boleh jadi pula menjelma gelombang ombak yang memukau. Segalanya bergantung pada kegelisahan kreatif seorang individu sastrawan. Maka, kreativitas bagi sastrawan sesungguhnya merupakan ruh yang memungkinkannya melakukan tindak mencipta, berkarya, dan membuat perubahan. ?Kreativitas harus menjadi tanda perubahan mentalitas yang sangat berarti dalam diri makhluk manusia,? begitulah Nietzsche menekankan pentingnya kreativitas bagi manusia.1 Continue reading “KOMUNITAS SASTRA: BUKAN SEKADAR PAPAN NAMA”

Bahasa ยป