Memahami Puisi-puisi Sitor Situmorang

Aminullah HA Noor
suarakarya-online.com

Bagi saya, apa yang paling terkenang dari puisi Sitor Situmorang, terutama dari periode awal, khususnya kumpulan Surat Kertas Hijau, Dalam Sajak, dan Wajah Tak Bernama, bukanlah isi filsafat -misalnya tentang keisengan atau keterasingan- melainkan bunyi dan rupa, bahkan tertib-rupa dan tertib-bunyi.

Ciri demikian itu membebaskan dia dari lingkungan pengaruh Chairil Anwar, sosok pembaharu dari generasinya sendiri, dan mendekatkan dia kepada Amir Hamzah. Continue reading “Memahami Puisi-puisi Sitor Situmorang”

Mengapresiasi Sastra Picisan

Reiny Dwinanda
http://www.infoanda.com/Republika

”Cringgggggg….!!”
Pada saat itulah Sin Liong yang mencelat ke atas itu bergerak cepat bukan main, tubuhnya sudah berjungkir balik, menukik turun dan kedua tangannya menyambar seperti sepasang garuda.
”Plak! Plak!”

Ouwyang Cin Cu dan Kiam-mo Cai-li mengeluh. Kakek itu terhuyung dan memuntahkan darah segar, sedangkan Kiam-mo Cai-li terguling-guling, kemudian meloncat berdiri dengan muka pucat. Baju di pundak kedua orang sakti ini robek terkena tamparan tangan Sin Liong! Continue reading “Mengapresiasi Sastra Picisan”

Demokratisasi Sastra Pasca-Kongres KSI

Dad Murniah *
http://www.infoanda.com/Republika

Kongres Komunitas Sastra Indonesia (KSI) 2008 di Kudus Jawa Tengah selama tiga hari (19-21 Januari 2008) baru saja usai. Penyair dan redaktur sastra Republika, Ahmadun Yosi Herfanda, terpilih sebagai Ketua KSI yang baru. Para peserta, dari berbagai penjuru Tanah Air, telah kembali ke kota masing-masing, kembali ke ‘ruang sunyi’ dunia penciptaan mereka sendiri yang penuh tantangan kreativitas. Continue reading “Demokratisasi Sastra Pasca-Kongres KSI”

Epos The Years of Living Dangerously

Judul: Merdeka Square – Intrik Perebutan Takhta Istana, 1965-1967
Pengarang: Kerry B. Collison
Alih Bahasa: Dwi Ekasari Aryani
Penerbit: Narasi, Yogyakarta
Cetakan: Pertama, 2009
Tebal: 664 halaman
Peresensi: M. Lubabun Ni’am Asshibbamal S.
http://www.ruangbaca.com/

“Kesahihan” sejarah seputar peristiwa 30 September 1965 hingga kini belumlah tuntas. Kita semua sadar atas satu pernyataan “menjebak” itu. Continue reading “Epos The Years of Living Dangerously”

Bahasa ยป