”A Tribute to Oscar Wilde”
Kadek Sonia Piscayanti
http://www.balipost.co.id/
PANGGUNG merah. Pada pusat panggung, lampu menyorot sebuah lukisan. Musik meneror penonton. Lukisan yang tergantung itu bukanlah lukisan biasa. Lukisan itu hidup. Ia berbicara, bernafas, dan berjiwa.Ia menua, mengeriput, berdarah, dan menghadapi maut kematiannya. Lukisan itu mengambil alih kehidupan manusia, menjadikannya kehidupan absurd dan meneror kesombongan manusia. Akhirnya ada sebuah pertanyaan, siapa yang memenangkan kesombongan dunia, lukisan itu atau si manusia. Continue reading “Membongkar Manusia, Mempertanyakan Manusia”