KERONCONG PAK SAR

Yunanto Sutyastomo
http://pawonsastra.blogspot.com/

Ketika bulan-bulan ramai pernikahan atau peringatan kemerdekaan Keroncong Pak Sar tidak berhenti naik panggung. Di beberapa desa sekitar Blimbing memang tidak banyak kelompok keroncong, karena memang tidak banyak orang yang bisa main dan suka. Saat ini keroncong masih dibawah campur sari atau dangdut soal intesitas kegiatan. Hanya orang tua saja yang suka, kadang pejabat local yang sok alim nanggap kalau punya acara. Continue reading “KERONCONG PAK SAR”

Membongkar Manusia, Mempertanyakan Manusia

”A Tribute to Oscar Wilde”
Kadek Sonia Piscayanti
http://www.balipost.co.id/

PANGGUNG merah. Pada pusat panggung, lampu menyorot sebuah lukisan. Musik meneror penonton. Lukisan yang tergantung itu bukanlah lukisan biasa. Lukisan itu hidup. Ia berbicara, bernafas, dan berjiwa.Ia menua, mengeriput, berdarah, dan menghadapi maut kematiannya. Lukisan itu mengambil alih kehidupan manusia, menjadikannya kehidupan absurd dan meneror kesombongan manusia. Akhirnya ada sebuah pertanyaan, siapa yang memenangkan kesombongan dunia, lukisan itu atau si manusia. Continue reading “Membongkar Manusia, Mempertanyakan Manusia”

Bahasa »