Rosihan Anwar

Djadjat Sudradjat
Lampung Post, 17 April 2011

WARTAWAN ada karena ia terus menulis! Dan, Rosihan Anwar membuktikannya dengan konsisten. Penanya tetap tajam sepanjang zaman. Hanya maut yang bisa menghentikan ketajaman pena itu. Dedikasinya pada dunia jurnalistik adalah pesan kepada wartawan yang lebih muda, “Jangan mengaku wartawan kalau ‘penanya tumpul’ karena lebih sibuk mengurus dunia lain.” Continue reading “Rosihan Anwar”

Dari Novel ke Festival Film Bandung

Cornelius Helmy
Kompas, 23 April 2011

PENULIS serba bisa, Eddy D Iskandar (60), ternyata sering dibuat terkejut oleh tulisannya sendiri. Lewat ”Gita Cinta dari SMA” yang dimuat sebagai cerita bersambung di majalah ”Gadis” pada tahun 1976, Eddy menuai pujian. Bahkan, atas permintaan pembaca, dibuatkan juga sambungannya berjudul ”Puspa Indah Taman Hati”.

”Padahal saya hanya mencoba mengisi kekosongan pembuatan tulisan dan novel bertema remaja. Saya semakin terkejut karena dalam waktu sebulan kumpulan cerita bersambung yang dibuat jadi novel sudah cetak ulang,” tutur Eddy. Continue reading “Dari Novel ke Festival Film Bandung”

Biarkan I La Galigo Mengembara

Budi Suwarna, Maria Serenade Sinurat
Kompas, 24 April 2011

SETELAH tujuh tahun dibawa keliling dunia, kisah I La Galigo akhirnya dipentaskan di Makassar, boleh dibilang tanah kelahirannya. Pementasan ini bisa menjadi pintu masuk untuk membuka tabir mitologi I La Galigo yang belum terkuak.

Tabu telah dilanggar. Sawerigading menebang pohon suci welenrenge. Tiada pilihan lain baginya selain meninggalkan tanah kelahiran di Luwuq (Luwu) dan We Tenriabeng, saudari kembarnya. Pengembaraan sang putra dewa mencari cinta yang sempurna pun dimulai hingga dia sampai ke negeri China dan menikahi I We Cudai. Continue reading “Biarkan I La Galigo Mengembara”

Recitatif Panjang untuk Sebuah Cerita Pendek

Salomo Simanungkalit
Kompas, 24 April 2011

SEORANG aktivis mungkin bereaksi sinis: mengapa opera mengenai penculikan yang diorkestrasi oleh negara—melalui tangan rezim Orde Baru—tiga belas tahun silam digelar di sebuah auditorium bank negara, Bank Indonesia, yang megah dan tenteram?

Namun, para penonton Opera Saku Ibu yang Anaknya Diculik Itu karya bersama pianis terkemuka Indonesia, Ananda Sukarlan, dan cerpenis produktif, Seno Gumira Ajidarma, cukup plong ketika soprano Aning Katamsi mengakhiri pertunjukan minimalis itu dengan, ”Gila…. Continue reading “Recitatif Panjang untuk Sebuah Cerita Pendek”

Revolusi Sunyi dari Lubang Sembunyi

Putu Fajar Arcana, Aryo Wisanggeni G
Kompas, 24 April 2011

PANGGUNG berupa balkon yang dibangun dari kayu, cerobong asap, dan sebuah sel sempit dilumuri warna merah. Seseorang berlari lalu mengibaskan bendera di ketinggian. Musik yang juga sayup-sayup berasa merah mengalir….

Itulah adegan pembuka Tan Malaka, Opera 3 Babak yang dipentaskan Sabtu (23/4) di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Opera karya Goenawan Mohamad dalam rangka 40 tahun majalah berita mingguan Tempo, itu akan dipentaskan kembali Minggu (24/4) malam. Continue reading “Revolusi Sunyi dari Lubang Sembunyi”

Bahasa »