Apakah Segalanya Harus Amerika?

Tri Purna Jaya
http://www.lampungpost.com/

Amerika adalah negeri impian. Semua peluang terbuka dari setiap ruang. Ya, Amerika adalah negeri ideal. Di sana kebebasan dijunjung di atas tiap kepala dan pemegang palu keadilan untuk seluruh dunia. Tapi, apakah semuanya harus Amerika?

ITU (mungkin) pertanyaan yang coba diangkat Teater Satu Lampung dalam lakon Visa karya Goenawan Muhamad yang dipentaskan di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung, Jumat (6-5). Continue reading “Apakah Segalanya Harus Amerika?”

MANUSKRIP DAERAH: PELESTARIAN IDENTITAS KULTURAL MENUJU KOMODITAS

Agus Sulton
Radar Mojokerto, 1 Mei 2011

Mayoritas masyarakat kita tidak mengenal apa itu filologi, apa itu manuskrip, dan arti pentingnya. Ini setidaknya menjadi suatu fenomena besar, mungkin terjadi kesalahan dari sistem pendidikan kita sehingga hal semacam ini tidak diperkenal di tingkat sekolah lanjutan. Padahal orang yang kredibel dibidang ini berpendapat manuskrip adalah benda bersejarah dan masuk dalam cagar budaya yang harus dilindungi akan keberadaannya. Continue reading “MANUSKRIP DAERAH: PELESTARIAN IDENTITAS KULTURAL MENUJU KOMODITAS”

Imaji Yang Terbingkai Nihilisme

Denny Mizhar*

Nada-nada membentuk satu komposisi musik mengalun dan mengalir mendorong tubuh untuk bergerak dengan beragam tingkah. Musik yang mewakili ruang imajiner sedang dicarinya oleh sekelompok orang dengan membawa bingkai berwarna hijau. Suara itu belum diketahui dari mana asalnya. Hal itulah yang membuat sekelompok orang-orang mencari. Dengan tingkah komedian yang terbentuk lewat gerak karikatural: mengalir, patah. Continue reading “Imaji Yang Terbingkai Nihilisme”

Layang-layang

Han Gagas
Minggu Pagi Jogja, 1 Mei 2011

Ia tak melihat, sehelai daun melayang dengan pelan dan lembut, sedikit memutar, lalu rebah di bahu kirinya. Daun itu masih saja bergerak pelan, ketika ia menoleh ke kiri, dan melekatkan matanya lebih kuat pada sesuatu yang gelap di sana. Continue reading “Layang-layang”

Bahasa ยป