Takut

Gde Artawan
http://www.balipost.co.id/

Setelah didera rasa mual, dua bulan terakhir ini aku didera perasaan takut. Semula aku bayangkan kalau perasaan takut itu bersifat sementara saja, hanya singgah sesaat lalu pergi. Barangkali kondisi fisikku yang lemah akibat diserang gejala flu membuat perasaan takut itu muncul atau efek samping dari nonton film horor, atau yang lain. Ternyata setelah aku sembuh dari gejala flu, dan tidak nonton film horor perasaan takut itu tak juga hengkang dari dalam diriku. Continue reading “Takut”

APA untuk Ditulis, Bukan Sekedar Apa

Wawan Eko Yulianto

Jadi ingat saya, bagaimana ketika itu saya ingin sekali menjadi penulis. Sebagai konsekuensi, saya pun membaca Seno Gumira Ajidarma dengan serius. Beberapa saat kemudian, tanpa sadar saya membuat cerpen yang ke-Seno-senoan (menurut saya sih). Selanjutnya saya membaca serius Jorge Luis Borges, setelah lama sebelumnya saya membaca penulis Argentina ini sambil lalu, dan kemudian membuat cerpen yang, menurut teman saya sih, ke-Borges-borges-an (andai teman saya sekarang bilang begitu lagi, pasti saya langsung syukuran!). Continue reading “APA untuk Ditulis, Bukan Sekedar Apa”

Pelajaran Supit Urang Jagaraga, 155 Tahun Silam

I Made Prabaswara
http://www.balipost.co.id/

JAGARAGA, Buleleng, sesungguhnya menghamparkan pelajaran kaya makna bagi Bali dalam menghadapi gelombang besar pengaruh asing modernisasi di kemudian hari. Pelajaran itu dipancangkan 9 Juni 1848. Dalam peristiwa 155 tahun silam itu, Belanda yang bersenjata tempur otomatis dan lengkap keok oleh laskar persekutuan segitiga Buleleng-Karangasem-Klungkung di bawah panglima perang Patih Agung I Gusti Ketut Jelantik. Continue reading “Pelajaran Supit Urang Jagaraga, 155 Tahun Silam”

Bahasa ยป