EMAK

Hat Pujiati
http://www.balipost.co.id/

Emak menghempaskan pantatnya di balai-balai bambu di ruang tamu yang tak berkursi itu. Lantai tanah dan dinding bambu yang jauh dari sederhana itu membuatnya nyaman. Kakinya berselonjor terbalut kain batik selutut yang sudah lusuh dan kumal. Ada lumpur kering yang lolos dari awasnya saat ia membasuh betis hitamnya di kanal-kanal sawah sepulang dari kerja siang itu. Kuku-kuku kakinya hitam menempel pada jari-jari kaki yang pecah-pecah. Continue reading “EMAK”

A Y A H

DG. Kumarsana
http://www.balipost.co.id/

NYOMAN memandang es kelapa muda di hadapannya dengan mulut membisu. Minuman itu tidak lagi menawarkan kesejukan di kerongkongan, seperti hari kemarin dan kemarinnya lagi, hambar! Pikirannya kacau. Ada perasaan gelisah dalam benaknya, Lagi kangen? Kangen dengan siapa, Neni? Busyet, sudah terlalu sering bertemu, bahkan saking seringnya sampai membosankan, pikirnya. Continue reading “A Y A H”

Kenapa Jurnal Sajak?

Judul buku : Puisi Perempuan, Perempuan Puisi
Penulis : Jurnal Sajak
Penerbit : The Intercultural Insitute dan Komodo Books Cetakan : Pertama, 2011
Tebal : 148 halaman
Peresensi : Jamal D. Rahman *
http://www.balipost.co.id/

KINI adalah zaman ketika puisi bisa ditemukan di mana-mana, sekaligus sulit ditemukan di mana pun. Di era internat, facebook, twiter, blog, dan sebagainya, puisi bisa muncul dengan mudah di mana-mana. Continue reading “Kenapa Jurnal Sajak?”

Teater (Kita) Miskin

Cucuk Espe
Lampung Post, 6 Agu 2011

SEBENARNYA gagasan teater “miskin” bukan hal baru dan pernah melanda Indonesia di tahun 1980-an. Kemiskinan dalam teater pun mengalami ragam makna sehingga menimbulkan implikasi yang berbeda dalam kerja kreatif. Kini wacana teater miskin kembali muncul, apa sebenarnya makna “miskin” di era modern ini? Continue reading “Teater (Kita) Miskin”

Perihnya Jatuh dari Cinta

Dessy Wahyuni
Riau Pos, 7 Agus 2011

KETIKA kita memutuskan untuk mengatakan “Aku cinta kamu”, maka sesungguhnya ada konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan. Kalimat ini memiliki efek domino atau efek yang akan menimbulkan efek lain karena satu penyebab yang sangat panjang.

Dalam kumpulan cerpennya yang berjudul Jatuh dari Cinta (Bandung: Grafindo, 2011), Benny Arnas berusaha meramu pahit-manis cinta dalam berbagai racikan. Lima belas cerita pendek yang terangkum di dalamnya telah berhasil menghadirkan potret pelangi cinta nan indah dengan segala warna-warninya sekaligus impian yang kandas serta kegalauan yang tak berkesudahan. Continue reading “Perihnya Jatuh dari Cinta”

Bahasa »